KSAU Resmikan Tiga Satuan Jajaran TNI AU
Jakarta,IDM - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo meresmikan tiga satuan jajaran TNI AU, di Mabesau, Cilangkap, Jakarta Timur, Jum'at (14/1).

Ketiga satuan tersebut adalah Pusat Latihan (Puslat) Kodiklatau yang dipimpin oleh Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana, Pusat Pendidikan (Pusdik) Kodiklatau yang dipimpin oleh Marsekal Pertama TNI Azhar Aditama, dan Lanud I.G Dewanto yang terletak di Kabupaten Saumlaki, Kepulauan Tanimbar, Maluku Tenggara, dengan Letkol Pas Yohanes Moses sebagai Komandan Lanud.

Fadjar menyampaikan, Puslat Kodiklatau dan Pusdik Kodiklatau memiliki peran untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan latihan, serta sumber daya manusia Angkatan Udara, sehingga mampu menjawab berbagai tantangan tugas ke depan, sedangkan Lanud I.G. Dewanto memiliki tugas penting dalam mewujudkan Satuan TNI terintegrasi di pulau terluar Indonesia.

Fadjar berharap agar para personel satuan jajaran yang baru diresmikan dapat segera menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja yang baru dan membangun sinergi serta kolaborasi dengan para stakeholders. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































