KSAU Dorong Prajurit TNI AU Lanjutkan Studi S2 dan S3
Jakarta,IDM - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo menerima kunjungan ketua Prodi S3 Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan UGM, Dr. sc. pol. Agus Heruanto Hadna, M.Si., di Mabesau, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (18/1/).
Kunjungan untuk mensosialisasikan Program Studi Magister dan Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan UGM kepada Fadjar. Seiring dengan tujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan TNI AU. Fadjar menyatakan akan menjaring anggotanya yang sudah menempuh S2 untuk didorong melanjutkan studi S3.

Ketua Program Studi Doktor UGM menyampaikan, studi S3 dan S2 dapat ditempuh dengan cara hybrid, sehingga perkuliahan dapat dilakukan di tempat satuan kerja dan tidak mengganggu kegiatan dinas.
Program yang disiapkan untuk S2 meliputi Kepemimpinan Strategis & Inovatif, Pengambilan Keputusan dan Kebijakan, Sains teknologi & inovasi, Nilai Publik & Inovasi, serta Analisis Kebijakan Berbasis Data. Untuk S3 program yang ditawarkan Teori Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































