KSAL Lantik Komandan STTAL Baru, Ini Daftar Lengkap Mutasi Strategis TNI AL

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali merombak sejumlah posisi penting di lingkungan Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal). Langkah penyegaran organisasi ini berfokus pada penguatan sektor intelijen, personel, hingga pos komando riset teknologi maritim.
Ali memimpin langsung upacara pengukuhan dan serah terima jabatan para perwira tinggi di Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (18/5) kemarin. Salah satu pergantian paling krusial menyasar pucuk pimpinan Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL). Kampus atau institusi pendidikan tinggi militer ini berfungsi sebagai pusat riset sains, pengembangan alat utama sistem persenjataan (alutsista), dan inovasi teknologi pertahanan laut tanah air.
Baca Juga: Panglima AL Belanda Bedah Akar Ketegangan Geopolitik Laut Modern
Kini, Laksamana Pertama Ardiansyah resmi menjabat sebagai Komandan STTAL baru. Perwira bintang satu tersebut menggantikan pejabat lama yang telah memasuki masa purna tugas alias pensiun. Lewat rotasi ini, kampus pencetak ahli teknologi maritim TNI AL tersebut siap mengakselerasi inovasi pertahanan di era digital.
"Amanah jabatan baru yang diberikan merupakan bentuk kepercayaan pimpinan sekaligus penghargaan atas dedikasi dan loyalitas yang telah ditunjukkan selama menjalankan tugas," ungkap Ali, dikutip dari keterangan Dispenal, Selasa (19/5).
Ali juga meminta para pejabat baru segera beradaptasi dengan perkembangan lingkungan strategis yang dinamis. Melalui rotasi berkala ini, Mabesal berkomitmen untuk terus mendongkrak performa kinerja organisasi secara optimal.
Selain pos komando teknologi, Ali mengukuhkan tiga jabatan utama di Mabesal. Kursi Koordinator Staf Ahli Kepala Staf Angkatan Laut (Koorsahli KSAL) kini resmi diduduki oleh Laksamana Muda Dwi Sulaksono. Selanjutnya, Laksamana Muda Andy Kriswanto maju mengisi pos Asisten Intelijen Kepala Staf Angkatan Laut (Asintel KSAL), sedangkan jabatan Asisten Personel Kepala Staf Angkatan Laut (Aspers KSAL) beralih kepada Laksamana Muda Yudi Cahyadi.
Baca Juga: Menhan Sjafrie Buka Fakta di Balik Kunjungan ke AS, Tegaskan Tak Ada Komitmen Overflight
Pergeseran posisi ini otomatis memicu efek domino pada beberapa jabatan perwira tinggi lainnya. Laksamana Pertama Dwi Cahyo Kuncoro yang sebelumnya mengawal Dinas Senjata dan Elektronika Angkatan Laut (Kadissenlekal), kini menduduki posisi sebagai Asisten Komunikasi dan Elektronika Kepala Staf Angkatan Laut (Askomlek KSAL). Ia menggantikan Laksamana Muda Yudi Cahyadi yang bergeser memimpin sektor personalia.
Sektor kesehatan militer juga tidak luput dari penyegaran struktur organisasi. Jabatan Kepala Pusat Kesehatan Angkatan Laut (Kapuskesal) kini berpindah tangan kepada Laksamana Pertama Mohamad Sulaiman Abidin yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Pusat Kesehatan Angkatan Laut (Wakapuskesal). Ia menggantikan Laksamana Muda Sujoko Purnomo yang kini bergeser posisi menjadi perwira tinggi staf ahli KSAL. (at)
Hankam

Penerbang Helikopter Caracal TNI AU Uji Kemampuan Water Bombing dari KRI Sriwijaya
Penerbang helikopter Caracal TNI AU menggelar latihan Shipboard Operation dengan menguji kemampuan water bombing dari KRI Sriwijaya-100 guna meningkatkan kesiapan operasi penanggulangan karhutla dan memperkuat interoperabilitas antarmatra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































