KSAL Berikan Apresiasi Kepada Prajurit TNI AL yang Berprestasi
Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali memberikan penghargaan kepada 34 prajurit TNI AL berprestasi di Detasemen Markas (Denma) Mabesal, Jakarta, Rabu (31/5).
Penghargaan tersebut diberikan sebagai apresiasi bagi para prajurit TNI AL yang berhasil membawa pulang sejumlah medali pada ajang SEA Games XXXII di Kamboja 5-17 Mei. Mereka di antaranya adalah Sertu Jas M Malizi dari cabang voli putra dan Serfa Jas/W Jeni Elvis Kause dari cabang pencak silat yang berhasil menyumbangkan medali emas.
Sedangkan tiga medali perunggu masing-masing dipersembahkan oleh Serda Jas/W Tisya Ammalya dari cabang voli putri; Serda Jas Wahyudi Putra dari cabang lari 1500 meter putra; serta Pratu (Mar) Sendita Pilon Nubatonis dari cabang duathlon.
Baca Juga: Penampilan Memukau Tim Aerobatik dari Berbagai Negara di LIMA’23
Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada para prajurit yang berhasil menjalankan tugasnya dalam menegakan hukum serta menjaga kedaulatan laut Negara Kesatuan Republik Indonesia. Apresiasi diberikan dalam bentuk percepatan kenaikan pangkat bagi bintara dan tamtama, serta kemudahan jenjang sekolah bagi perwira. (IDM/Septo Kun Wijaya)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































