KSAD Resmikan Jembatan Garuda Merah Putih dan Sumber Air Bersih di Cibarusah
Bekasi, IDM – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak meresmikan Jembatan Garuda Merah Putih dan program sumber air bersih di Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8). TNI AD telah membangun sebanyak 3.008 jembatan yang membuka akses bagi 9.008 sekolah, menghubungkan 7.807 desa dan kelurahan, serta memperlancar konektivitas menuju 4.618 pusat kegiatan ekonomi di berbagai daerah.
Kehadiran infrastruktur tersebut telah memberikan manfaat bagi sekitar 4,5 juta jiwa melalui peningkatan akses pendidikan, layanan publik, dan aktivitas perekonomian masyarakat. Sebagai bagian dari program bakti TNI AD untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Ziarah ke TMP Kalibata, Veteran Kenang Jasa Pahlawan
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengikuti acara peresmian secara daring dan menyampaikan apresiasi atas kontribusi TNI AD dalam mempercepat pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Hankam

Rapat DPN, Menhan Sjafrie Kumpulkan Kepala BIN, Panglima TNI, Kapolri hingga Kepala Staf Angkatan
Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengumpulkan Wakil Menteri Pertahanan RI, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Panglima TNI, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) hingga tiga kepala staf angkatan di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Senin (2/11). Mereka berkumpul dalam…
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































