HANKAM

KRI Spica-934 Tuntaskan Misi Latma Survei Hidro-Oseanografi dengan Australia

Pushidrosal
Kapal survei Pushidrosal, KRI Spica-934 kembali ke Indonesia pascamengikuti latihan bersama dengan Australia dalam Coordinated Hydrographic Survey Exercise (CHSE) 2023, Jakarta, Jumat (24/11). (Foto: Dok. Pen Pushidrosal)

Jakarta, IDM - Kapal bantu hidro-oseanografi milik TNI AL, KRI Spica-934 berhasil menuntaskan misi latihan bersama Coordinated Hydrographic Survey Exercise (CHSE) Indonesia-Australia 2023.

Kapal perang di bawah Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) itu tengah sandar di Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (24/11). Kedatangan kapal disambut langsung oleh Danpushidrosal Laksamana Muda Budi Purwanto.

Baca Juga: Kapten Pnb Asido “Rango” Sabet Penghargaan Tertinggi di RAAF Flying Instructors Course

Selain menjalani latihan bersama CHSE dari 25 September-25 Oktober, KRI Spica-934 juga melakukan operasi survei dan pemetaan hidros di perairan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) di tenggara Pulau Timor.

Pushidrosal
(Foto: Dok. Pen Pushidrosal)

Budi mengungkapkan, Komandan Pusat Hidrografi Angkatan Laut Australia menyampaikan apresiasinya kepada Pushidrosal terhadap upaya survei dan pemetaan hidro-oseanografi di Laut Indonesia.

Hal tersebut, kata Budi, disampaikan kepadanya saat kunjungan dalam kegiatan Indo-Pacific Sea Power Conference 2023 di Sydney, Australia, beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Keris Marex-23: Marinir TNI AL dan AS Latihan Taktik Patroli Tempur

"Chief Australian hydrographic Office (AHO), menyampaikan salut dengan apa yang dikerjakan Pushidrosal, terutama kru Spica yang melaksanakan survei dan pemetaan hidrografi," ungkap Budi, dikutip dari keterangan Pen Pushidrosal, Sabtu (25/11).

Sebelumnya, Pushidrosal mengirim KRI Spica-934 untuk berlatih dengan kapal survei Angkatan Laut Australia, HMAS Leeuwin A245, dalam latihan bersama CHSE. Kedua kapal itu juga melakukan operasi survei dan pemetaan hidros di masing-masing ZEE Indonesia-Australia, yaitu sekitar Laut Timor. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.