HANKAM

Kapten Pnb Asido “Rango” Sabet Penghargaan Tertinggi di RAAF Flying Instructors Course

Asido
Kapten Pnb Asido "Rango" Ezra Tridita Siagian saat menerima penghargaan di RAAF Flying Instructors Course. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Jakarta, IDM - Seorang penerbang tempur TNI Angkatan Udara (TNI AU), Kapten Pnb Asido “Rango” Ezra Tridita Siagian berhasil menorehkan prestasi gemilang usai merampungkan pendidikan instruktur penerbang atau Flying Instructors Course (FIC) di Royal Australian Air Force (RAAF) Base East Sale, Victoria, Australia.

Asido meraih 2 penghargaan sekaligus dan diberikan pada acara penutupan pendidikan yang digelar pada Kamis (23/11). Pertama, penghargaan tertinggi sebagai ‘The Most Proficient International Student’ dan yang kedua adalah ‘The Highest Flying Assessment’.

Untuk mengikuti pendidikan ini tidaklah mudah. Para personel harus melalui serangkaian pendidikan yang ketat. Mereka harus memiliki setidaknya 300 jam terbang dan kualifikasi Captain/4-Ship Lead pada tipe pesawat masing-masing.

Baca Juga: Antisipasi Ancaman, KRI Mandau-621 Latihan Penembakan Meriam di Laut Maluku

Melansir keterangan TNI AU, Jumat (24/11), Kapten Pnb Asido berhasil merampungkan semua jenjang pendidikan yang terdapat di RAAF Flying Instruction Course ini, mulai dari Special Languange Bridging Course (SLBC) hingga Flying Instruction Course (FIC).

Asido
Kapten Pnb Asido "Rango" Ezra Tridita Siagian. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Pendidikan Special Language Bridging Course (SLBC) di RAAF William, Laverton, Victoria diikuti oleh Asido selama 1,5 bulan. SLBC memang ditujukan khusus bagi siswa internasional untuk mendapatkan pemahaman bahasa inggris yang terkait dengan penerbangan.

Proses pendidikan kemudian dilanjut dengan Flying Instruction Course (FIC) yang digelar di RAAF Base East Sale, Victoria. Pendidikan itu ditempuh selama 4 bulan bersama 14 siswa lainnya.

Baca Juga: PT PAL Persiapkan Kapal Rumah Sakit KRI Dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 ke Palestina

“Dari total 11 peserta, 11 siswa berasal dari Australia dan 3 siswa lainnya merupakan siswa internasional, termasuk Kapten Asido. Ia menjadi satu-satunya perwakilan angkatan udara Indonesia,” tulis TNI AU dalam keterangan foto instagram @militer.udara.

Selama mengikuti pendidikan FIC, para siswa fokus mempelajari teknik mengajar sesuai dengan metode RAAF AIT (Airborne Instructional Technique). Adapun alutsista yang digunakan adalah pesawat yang turboprop Pilatus PC-21. Pesawat itu merupakan pesawat yang biasa digunakan oleh tim aerobatik Australia, the Roulletes.

“Menggunakan pesawat ini memberi pengalaman yang mendalam dalam mengembangkan keterampilan instruksional penerbangan,” jelas TNI AU. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.