Jumat, 19 April 2024

Antisipasi Ancaman, KRI Mandau-621 Latihan Penembakan Meriam di Laut Maluku

BACA JUGA

Jakarta, IDM – KRI Mandau-621 melaksanakan latihan penembakan saat tengah lintas laut di Perairan Maluku, tepatnya di antara bagian utara Pulau Sulawesi dan Halmahera, Rabu (23/11).

Dipimpin oleh Letkol Laut (P) Iwan F Effendi dari Bawah Kendali Operasi (BKO) Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Koarmada II, penembakan ini bertujuan melatih profesionalitas prajurit dan mengecek kesiapan seluruh senjata KRI tersebut dalam menanggulangi ancaman atau serangan.

Laut Maluku
(Foto: Dok. Dispen Koarmada II)

Sebelum pelaksanaan penembakan meriam maupun senjata perorangan, para prajurit KRI Mandau-621 terlebih dahulu mendapatkan pengarahan dan briefing mengenai keselamatan dan keamanan diri selama melaksanakan latihan.

Baca Juga: Pangkostrad Lepas Liar Elang Brontok dan Elang Ular di Gunung Sanggabuana

“Sehingga dengan briefing, dapat dipastikan para prajurit paham dan melaksanakan seluruh prosedur menembak yang baik dan aman dengan berpegang pada prinsip zero accident,” ujarnya, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Jumat (24/11).

Spesifikasi KRI Mandau-621

Dilansir dari berbagai sumber, KRI Mandau-621 merupakan kapal cepat rudal (KCR) milik TNI AL. Kapal perang kelas Mandau dibuat oleh perusahaan galangan kapal asal Korea Selatan, Tacoma SY, Masan pada 1979.

Laut Maluku
KRI Mandau-621 (Foto: Dok. Dispen Koarmada II)

KRI Mandau-621 dapat diawaki oleh 43 orang anak buah kapal termasuk komandan kapal. KCR ini memiliki berat 255 ton standar dan 290 ton beban penuh, panjang 53 meter dan lebar 8 meter.

Baca Juga: Kontingen TNI AD Juarai Lomba Tembak AARM di Thailand

Kapal ini ditenagai dua mesin diesel M504 berdaya 1.425 hp untuk beroperasi dalam kecepatan rendah dengan jangkauan operasi 2.100 mil laut, juga dibekali mesin gas turbin General Electric LM 1500, digunakan saat beroperasi dengan kecepatan tinggi hingga laju maksimum 41 knot.

KRI Mandau-621 dibekali radar kontrol tembakan MR-123 Vympel/Muff Cob, sonar MG-322T dan decoy PK-16 decol RL. Sementara untuk persenjatannya dilengkapi empat rudal anti-kapal MM-38 Exocet Prancis atau C-802 buatan Cina.

Kapal ini juga mengusung satu meriam laut Bofors 57 mm atau Bofors 40 mm dari Swedia dan dua kanon Rheinmetall kaliber 20 mm asal Jerman. (at)

BERITA TERBARU

INFRAME

Panglima TNI Pimpin Serah Terima Jabatan KSAU

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menyerahkan bendera panji Swa Bhuwana Paksa kepada Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) yang baru Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono. Upacara serah terima jabatan (sertijab) tersebut berlangsung di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (5/4).

EDISI TERBARU

sidebar
ads-custom-5

POPULER