Koarmada I Rencana Ajukan Kajian untuk Penempatan OPV Italia

Jakarta, IDM – Koarmada I berencana mengajukan kajian akademis kepada Markas Besar TNI AL (Mabesal) terkait kebutuhan penempatan kapal patroli multiguna atau multipurpose Offshore Patrol Vessel (OPV) dari Italia.
"Kontrak OPV dari Italia memang di Koarmada I, kami membutuhkan kapal sejenis itu," ungkap Pangkoarmada I Laksamana Muda Yoos Suryono usai acara serah terima jabatan (sertijab) di Pondok Dayung, Jakarta, Kamis (18/4).
Yoos mengatakan alasan membutuhkan penempatan unit OPV kelas Thaon di Revel itu dikarenakan konsentrasi geografi dan luas wilayah kerja Koarmada I, terlebih di perairan Natuna Utara hingga banyaknya kegiatan ilegal yang terjadi di Selat Malaka.
Baca Juga: Calon Pengawak OPV Thaon di Revel Akan Dapat Pelatihan 6 Bulan di Italia
"Dari konsentrasi geografi dan luas wilayah yang jadi tanggung jawab Koarmada I, terlebih lautan Natuna Utara dan ancaman juga di utara, pengungsi Rohingya dan banyak kegiatan ilegal di Selat Malaka, tentu sangat perlu," katanya.
Berdasarkan hal itu, Yoos menyebutkan Koarmada I bakal membuat kajian akademis ke Pangkoarmada RI Laksamana Madya Denih Hendrata dan Mabesal, terkait kebutuhan penempatan unit OPV kelas Thaon di Revel.
"Kita akan membuat suatu kajian akademis yang akan disarankan ke Pangkoarmada RI dan ke Mabes al untuk kapal tersebut bisa ditempatkan di Koarmada I," ujar Yoos.
"Namun, keputusannya tetap dari Mabesal akan ditempatkan di Koarmada I, Koarmada II, atau Koarmada III," imbuhnya.
Baca Juga: Ditunjuk sebagai Kadispenau, Ini Rekam Jejak Penugasan Kolonel Pnb Ardi Syahri
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI dan Fincantieri, Italia, menyepakati kontrak pembelian dua unit OPV kelas Thaon di Revel, Kamis (28/3) lalu. Rencananya, unit pertama kapal patroli itu dikirim ke Indonesia pada Oktober 2024 dan unit kedua menyusul pada April 2025.
Pengadaan OPV itu direalisasikan Kemhan untuk menggantikan fregat Van Speijk kelas Ahmad Yani yang usianya tidak muda lagi namun masih menjadi artileri persenjataan angkatan laut (arsenal) pemukul milik TNI AL.
OPV kelas Thaon di Revel sangat fleksibel dengan standar teknologi canggih terbaru. Kapal ini mempunyai kapasitas untuk menjalankan berbagai fungsi, mulai dari patroli dengan kapasitas penyelamatan laut, operasi perlindungan sipil hingga misi tempur. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































