Calon Pengawak OPV Thaon di Revel Akan Dapat Pelatihan 6 Bulan di Italia

Jakarta, IDM - Prajurit TNI AL akan mendapatkan kursus di Italia untuk persiapan operasional dua unit kapal patroli lepas pantai multiguna atau multipurpose Offshore Patrol Vessel (OPV) yang dipesan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI dari Fincantieri.
Dikutip dari keterangan Kemhan RI, Jumat (19/4), disebutkan para prajurit TNI AL yang akan menjadi calon pengawak kapal OPV kelas Thaon di Revel atau Pattugliatore Polivalente d'Altura (PPA) itu selama enam bulan.
"Pengadaan kapal ini juga diiringi dengan paket offset yang komprehensif, salah satunya kursus pelatihan kelas di Italia yang berdurasi enam bulan," sebut keterangan Kemhan RI.
Baca Juga: KSAD Terima Kunjungan KSAU yang Baru Demi Tingkatkan Sinergisitas Antar Matra TNI
Selain itu, paket offset lainnya dalam pengadaan dua unit OPV Italia ini mencakup konsultasi pengembangan galangan kapal, strategi bisnis jangka panjang, peningkatan fisik galangan kapal, dan penyampaian materi didaktik.
Kemudian, Indonesia juga akan mendapatkan pengelolaan aset modernisasi galangan kapal, pelatihan manajemen, pusat pelatihan simulator, pengembangan jalur pelatihan di Universitas Pertahanan (Unhan) serta pembentukan tim ahli lokal untuk pengembangan peluang langsung dan tidak langsung.
Sebelumnya, Chief Eexecutive Officer (CEO) dan Managing Director Fincantieri Pierroberto Folgiero dan Kementerian Pertahanan Indonesia menandatangani kontrak pembelian dua kapal multipurpose OPV kelas Thaon di Revel senilai 1,18 miliar euro itu, pada Kamis (28/3) lalu.
Baca Juga: Danpushidrosal Tinjau KRI Dewa Kembar saat Operasi Survei dan Pemetaan Hidro-oseanografi
Dua kapal ini awalnya dibangun untuk Angkatan Laut Italia, namun belakangan dialihkan ke Indonesia demi kepentingan ekspor negara tersebut. Adapun untuk Italia, kapal pesanan mereka akan tetap dibuat setelah Indonesia.
Fincantieri dalam keterangannya juga menyebutkan, Indonesia dikabarkan sudah mengungkapkan ketertarikan mengakuisisi OPV kelas Thaon di Revel saat kapal itu singgah di tanah air, pada Juli 2023 lalu. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































