Selasa, 21 Mei 2024

Ditunjuk sebagai Kadispenau, Ini Rekam Jejak Penugasan Kolonel Pnb Ardi Syahri

BACA JUGA

Jakarta, IDM – Kolonel Pnb Ardi Syahri resmi ditunjuk sebagai Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) sesuai surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/382/IV/2024 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI tertanggal 1 April 2024.

Dengan jabatan Kadispenau, maka Kolonel Pnb Ardi Syahri akan mendapat kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi dari sebelumnya, menjadi Marsekal Pertama (Marsma).

Kolonel Pnb Ardi menggantikan pejabat Kadispenau sebelumnya, Marsma TNI Bambang Juniar Djatmiko yang saat ini mendapat amanah sebagai Komandan Lanud Adi Soemarmo, Solo.

Baca Juga: Danpushidrosal Tinjau KRI Dewa Kembar saat Operasi Survei dan Pemetaan Hidro-oseanografi

Prosesi serah terima jabatan (sertijab) Kadispenau dari Marsma TNI Bambang kepada Kolonel Pnb Ardi telah dilakukan di Mabesau pada Rabu (17/4) dan dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono.

Usai sertijab, Dinas Penerangan Angkatan Udara (Dispenau) kemudian menggelar acara bertajuk “Kenal Pamit Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara” di Ruang Hercules, Gedung Persada, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (18/4).

Pada acara tersebut, Kolonel Pnb Ardi sempat berbagi cerita mengenai rekam jejaknya selama berdinas di TNI Angkatan Udara (TNI AU). Ardi merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 1996. Usai lulus dari AAU, ia melanjutkan pendidikan di Sekolah Penerbang (Sekbang) dan lulus pada tahun 1998.

“Saya operasional di Lanud Halim Perdanakusuma (Jakarta), Skadron Udara 2. Pesawat saya Fokker F27. Saya sampai instruktur dan test pilot di sana,” jelas Ardi

Baca Juga: KSAD Terima Kunjungan KSAU yang Baru Demi Tingkatkan Sinergisitas Antar Matra TNI

“Pesawat CN-235 hanya kopilot. Fokker F28 juga kopilot. Sempat menerbangi (pesawat) VVIP bersama mantan KSAU yang lama (Marsekal TNI Fadjar Prasetyo) di pesawat Fokker F28,” sambungnya.

Selama 16 tahun bertugas di TNI AU, Kolonel Pnb Ardi mengakui telah menjalankan beragam operasi, mulai dari operasi di Timor Timur hingga misi pemeliharaan perdamaian PBB di Lebanon.

Kolonel Pnb Ardi Syahri
Kolonel Pnb Ardi Syahri saat acara “Kenal Pamit Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara”. (IDM/Yuli Ari)

“Masa dinas operasi saya itu kurang lebih 16 tahun dinas operasi penerbangan. Saya juga pernah ikut (operasi) di Timor-timur, Aceh, Papua. Kemudian, di wilayah ASEAN, sampai saya merasakan operasi sebagai pasukan perdamaian PBB di Lebanon tahun 2009,” sambungnya.

Setelah itu, Ardi melanjutkan kariernya sebagai seorang Komandan Skadron Taruna di Yogyakarta pada tahun 2013. Kemudian dia ditunjuk sebagai Komandan Lanud yang berlokasi di Lombok, saat itu bernama Lanud Rembiga dan kini menjadi Lanud Zainuddin Abdul Madjid atau di singkat Lanud ZAM.

Baca Juga: Calon Pengawak OPV Thaon di Revel Akan Dapat Pelatihan 6 Bulan di Italia

“Setelah itu, saya banyak di dunia pendidikan di skadron taruna. Kemudian menjadi Danlanud di Lombok, di Rembiga. Saya adalah angkatan udara yang menjadi Danrem, bukan Komandan Resort Militer tapi Komandan Rembiga,” kelakarnya.

Ardi menjadi Danlanud Rembiga hingga tahun 2015 dan setelah itu dirinya kembali ke Akademi Angkatan Udara untuk menjadi dosen.

“Habis itu menjadi Kadep Jasmil. Habis Kadep Jasmil, saya Sesko TNI di Bandung. Setelah Sesko TNI, saya menjadi Danwingtar menggantikan beliau (Marsma TNI Bambang Juniar). Saya kemudian mendapat perintah untuk sekolah lagi (setingkat) Lemhannas, kebetulan diperintahkan ke Australia,” jelasnya

Sebelum menjadi Kadispenau, Kolonel Pnb Ardi terlebih dahulu menduduki jabatan sebagai Komandan Lanud Husein Sastranegara sejak Februari 2023. (yas)

BERITA TERBARU

INFRAME

Menhan Prabowo Serahkan Bantuan Bencana Alam di Sumatera Barat

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memberikan bantuan untuk korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (16/5).

EDISI TERBARU

sidebar
ads-custom-5

POPULER