Panglima TNI Perintahkan BAIS Mitigasi Ancaman Jelang WWF ke-10 di Bali

Jakarta, IDM - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto meminta Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI agar memitigasi setiap kemungkinan ancaman yang timbul jelang Konferensi Tingkat Tinggi Word Water Forum (KTT WWF) di Bali tanggal 18-24 Mei 2024.
Baca Juga: Sebanyak Empat Siswa Rampungkan Sekolah Penerbang PTTA Angkatan ke-7
"Antisipasi segala ancaman yang ada, ancaman dari 9 komponen strategi dibaca benar-benar dimitigasi sehingga dapat diatasi sebelum terjadi," kata Panglima TNI dikutip keterangan resminya, Rabu, (1/5).
Selanjutnya Panglima TNI juga meminta Pangkogabwilhan II dan Pangdam IX/Udayana agar mitigasi bencana alam yang akhir-akhir ini terjadi dengan berkoordinasi bersama Ketua BMKG.
Baca Juga: Bertemu di Jakarta, Menhan RI – Malaysia Bicara Komitmen Penguatan Kerja Sama
"Karena memprediksi cuaca pun sangat berpengaruh terhadap kondisi tamu yang hadir maupun anggota yang melaksanakan tugas agar terjamin keamanannya," ujar Panglima TNI. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































