Kerja Sama dengan Kementerian PU, TNI AD Resmikan Rusun Prajurit Polisi Militer
Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meninjau dan meresmikan Rumah Dinas Batalyon Polisi Militer Angkatan Darat (Yonpomad) di Cariu, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (28/10).
Rumah susun yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU) tersebut merupakan salah satu dari tujuh proyek rumah susun yang diserahkan kepada TNI Angkatan Darat di berbagai wilayah Indonesia. Selain di Jonggol, enam proyek serupa juga tersebar di sejumlah daerah.
Saat ini, TNI AD telah melaksanakan program pembangunan 1.500 rumah serta perbaikan lebih dari 2.000 rumah bagi prajurit. Oleh karena itu Jenderal TNI Maruli Simanjuntak pun menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian PU dalam berbagai program TNI AD.
Baca Juga: KRI Belati-622 Resmi Perkuat Koarmada III
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan peresmian, TNI AD juga menggelar bakti sosial berupa pembagian 500 paket sembako kepada warga sekitar Rumah Dinas Yonpomad. Kegiatan ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara prajurit TNI dan warga sipil. (IDM/Faisal Ramadhan)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































