Kemeriahan Upacara Pembukaan Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2023
Makassar, IDM - Latihan bersama Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2023 bertajuk "Partnership To Recover and To Rise Stronger” resmi digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (5/6).
Sebanyak 36 Angkatan Laut dari berbagai negara turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Di antaranya adalah Amerika Serikat, Australia, Brazil, Brunei Darussalam, Bangladesh, Cambodia, Canada, China, Chili, Fiji, India, Inggris, Jepang, Kenya, Korea Selatan, Malaysia, Myanmar, New Zealand, Netherlands, Oman, Philippina, Pakistan, Perancis, Papua Nugini, Qatar, Singapura, Srilanka, Spanyol, Rusia, Thailand, Turki, Timor Leste, United Kingdom, dan Vietnam.
MNEK merupakan latihan non-perang yang mengedepankan kerja sama maritim di kawasan regional, penanggulangan bencana, serta operasi kemanusiaan untuk mempererat kerja sama antara TNI AL dengan negara-negara sahabat.
Baca Juga: Kapal Kepresidenan KRI Bung Karno-369 Resmi Beroperasi
MNEK tahun ini adalah yang ke-4 setelah sempat tertunda akibat Covid-19. Pertama kali dilaksanakan pada 2014 di Batam, kemudian tahun 2016 di Padang, dan ketiga digelar di Lombok pada 2018. (IDM/Faisal Ramadhan)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































