Kementerian Pertahanan Serahkan Rumah Apung dan Rumah Panggung untuk Warga Penjaringan
Jakarta, IDM - Kementerian Pertahanan resmi menyerahkan 28 rumah untuk warga Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (19/3).
Sebanyak 28 hunian tersebut terdiri dari 16 rumah apung dan 12 rumah panggung.
Penyerahan dokumen rumah kepada warga dilakukan oleh Rektor Universitas Pertahanan RI, Letjen TNI Jonni Mahroz.
Rumah apung ini dibangun di area pesisir Muara Angke dengan luas bangunan 9 meter persegi. Sedangkan balai rakyat yang juga disediakan untuk warga memiliki luas 6 meter persegi.
Setiap rumah memiliki 1 kamar tidur; 1 dapur; dan 1 kamar mandi. Rumah-rumah tersebut juga sudah dilengkap dengan furnitur seperti ranjang, kasur, serta lemari dapur.
Baca Juga: Upacara Penyambutan Satgas Port Visit Mesir 2024, Sukses Kirim Bantuan Kemanusiaan untuk Palestina
Untuk memudahkan aktivitas warga sehari-hari, rumah apung dan panggung tersebut didukung oleh pembangkit listrik tenaga surya; air bersih desalinasi; instalasi air bersih; dan pemanfaatan air hujan.
Ke-28 rumah ini merupakan pilot project yang dibangun oleh Kementerian Pertahanan bekerjasama dengan PT PAL dan Universitas Pertahanan, yang nantinya akan dijual dengan dengan harga murah. Tujuannya untuk mendukung kesejahteraan dan keamanan masyarakat terutama dalam menghadapi risiko bencana di wilayah pesisir.
(IDM/Septo Kun Wijaya)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































