Kejuaraan Nasional Judo KSAD CUP XV Tahun 2024
Jakarta, IDM – Sejumlah atlet judo mengikuti "Kejuaraan Nasional Judo KSAD CUP XV Tahun 2024" di Gor Nanggala, Cijantung, Jakarta, (15/12).
Kejuaraan yang berlangsung dari 13-15 Desember ini diikuti 746 peserta, terdiri dari 609 atlet dari masyarakat umum dan 137 dari TNI/Polri.
Kompetisi ini mencakup berbagai kategori, mulai dari junior, kadet, hingga senior, sehingga menjadi ajang yang kompetitif bagi para atlet.
Kontingen DKI Jakarta berhasil menyabet medali terbanyak dari 19 kontingen daerah yang berpartisipasi. Adapun 19 daerah tersebut meliputi DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Bali, Jawa Timur, Yogyakarta, Sumatera Utara, Papua Barat Daya, Kalimantan Timur, Jawa Tengah, Riau, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Jambi, Lampung, Bengkulu, Kalimantan Selatan, Bangka Belitung, dan Sumatera Barat.
Baca Juga: Aksi Fire Power Demo dalam Latihan Angkasa Yudha 2024
Secara keseluruhan, kontingen DKI Jakarta dan Jawa Barat sama-sama berhasil meraih 20 medali, menjadikan keduanya sebagai daerah dengan raihan medali terbanyak. Posisi berikutnya ditempati oleh kontingen Banten yang berhasil mengumpulkan 14 medali. (IDM/Faisal Ramadhan)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































