Kasad 6th Asian Taekwondo Open Championship 2024
Jakarta, IDM – Sejumlah atlet taekwondo mengikuti "Kasad 6th Asian Taekwondo Open Championship 2024" yang berlangsung di Sport Center Indoor Stadium, Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten, (15/10). Kejuaraan ini digelar pada 13-19 Oktober 2024.
Sebanyak 28 atlet nasional Indonesia dipastikan berlaga dalam kejuaraan ini. Mereka bersaing dalam dua perlombaan utama taekwondo, yaitu kyorugi (pertarungan) dan poomsae (seni jurus).
Ada 14 atlet yang akan bertanding di kategori kyorugi, dan 14 atlet lainnya di kategori poomsae.
Baca Juga: Program Ciliwung Bening, TNI Jaring Enam Ribu Ton Sampah
Kejuaraan ini juga diikuti oleh atlet dari 22 negara, di antaranya Malaysia dan Timor Leste. "Kasad 6th Asian Taekwondo Open Championship" menjadi salah satu ajang terbesar di Asia, yang mempertemukan atlet-atlet berbakat dari berbagai negara.
Selain sebagai ajang kompetisi, turnamen ini juga bertujuan untuk memantau perkembangan pembinaan atlet nasional, sekaligus sebagai persiapan bagi atlet-atlet Indonesia untuk menghadapi turnamen internasional lainnya. Kejuaraan ini diharapkan dapat meningkatkan prestasi dan kualitas atlet nasional dalam bersaing di tingkat dunia. (IDM/Faisal Ramadhan)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































