Kapal Fregat dan Kapal Pengisi Bahan Bakar Jerman Berlabuh di Jakarta
Jakarta, IDM – Dua kapal Angkatan Laut Jerman yakni fregat FGS Baden-Württemberg (F 222) dan kapal pengisi bahan bakar FGS Frankfurt am Main (A 1412) berlabuh di pelabuhan Jakarta International Container Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, (26/9).
Kapal-kapal tersebut tengah menjalankan misi Indo-Pacific Deployment 2024 (IPD24) yang berlangsung dari Juni hingga November 2024, dan dijadwalkan berada di Jakarta hingga 29 September 2024.
Misi IPD24 mencerminkan komitmen Jerman terhadap kebebasan dan keamanan jalur pelayaran internasional, serta memperkuat kerja sama keamanan maritim dengan negara-negara sahabat di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Baca Juga: Menyambut HUT ke-79, TNI Gelar Pameran Alutsista di Monas
Kerja sama militer antara Indonesia dan Jerman ditandai dengan berbagai program pelatihan dan latihan bersama, serta pertukaran rutin di tingkat pejabat tinggi, termasuk pakar dari Kementerian Pertahanan serta angkatan bersenjata kedua negara.
Sebelum ke Indonesia, kedua kapal mengikuti latihan RIMPAC di Hawaii, Amerika Serikat serta latihan NOBLE RAVEN atas undangan Amerika Serikat dan Jepang. (IDM/Faisal Ramadhan)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































