Jaga Jakarta Tetap Kondusif, Personel TNI Dikerahkan Berjaga di Sejumlah Titik Strategis
Jakarta, IDM – Sejumlah personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) beserta kendaraan taktis terlihat masih memperketat penjagaan di berbagai titik strategis dan utama di Jakarta, (2/9).
Penjagaan tersebut dilakukan untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat pasca kerusuhan unjuk rasa menolak tunjangan DPR yang terjadi beberapa hari lalu. Para personel TNI difokuskan berjaga pada objek-objek vital, seperti gedung pemerintahan, dan ruas-ruas jalan utama yang dinilai rawan kericuhan. Pengamanan bersama ini dilakukan dengan aparat kepolisian untuk memastikan situasi dan kondisi Jakarta tetap kondusif.
Penempatan personel TNI ini diharapkan bisa menenangkan masyarakat sekaligus memastikan aktivitas publik tetap berjalan lancar di tengah situasi aksi unjuk rasa yang memanas dalam beberapa hari terakhir.
Baca Juga: Latihan Penembakan Multiple Launch Rocket System Super Garuda Shield 2025
Untuk diketahui, dalam minggu ini masih ada sejumlah aliansi masyarakat dan mahasiswa yang meminta izin untuk kembali menggelar unjuk rasa, baik di depan gedung MPR-DPR-DPD maupun di sejumlah lokasi lain. (IDM/Septo Kun Wijaya)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































