Jelang HUT RI ke-81, TNI AU Gelar Gladi Demo Udara
Jakarta, IDM – Pesawat tempur Rafale TNI Angkatan Udara lepas landas untuk mengikuti gladi demo udara di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (15/8). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari persiapan TNI Angkatan Udara untuk memeriahkan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia yang akan digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta.
Dalam gladi tersebut, sejumlah pesawat TNI AU dipersiapkan untuk menampilkan kemampuan penerbangan dan formasi udara. Pesawat yang terlibat antara lain Airbus A400M, pesawat angkut C-130 Hercules, pesawat KT-1B Wong Bee dari Jupiter Aerobatic Team, pesawat tempur Rafale, F-16 Fighting Falcon, Grob G-120TP-A, Sukhoi Su-27/30, serta T-50i Golden Eagle.
Baca Juga: KSAD Resmikan Jembatan Garuda Merah Putih dan Sumber Air Bersih di Cibarusah
Demo udara tersebut menjadi salah satu rangkaian atraksi dalam perayaan HUT ke-81 RI sekaligus memperlihatkan kesiapan dan kemampuan operasional TNI AU. Selain penerbangan formasi, penampilan tim aerobatik dan manuver pesawat tempur akan menjadi bagian dari pertunjukan yang disiapkan untuk masyarakat di kawasan Monas.
Hankam

Rapat DPN, Menhan Sjafrie Kumpulkan Kepala BIN, Panglima TNI, Kapolri hingga Kepala Staf Angkatan
Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengumpulkan Wakil Menteri Pertahanan RI, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Panglima TNI, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) hingga tiga kepala staf angkatan di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Senin (2/11). Mereka berkumpul dalam…
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































