IN FRAME

Dankodiklat TNI AL: Pengawak Alutsista Harus Unggul dan Profesional

Dankodiklat TNI AL: Pengawak Alutsista Harus Unggul dan Profesional01 / 01
(Dok Dinas Penerangan Kodiklatal)
GALERI · FOTO 01 / 01
Dankodiklat TNI AL: Pengawak Alutsista Harus Unggul dan Profesional

Dankodiklat TNI AL: Pengawak Alutsista Harus Unggul dan Profesional

(Dok Dinas Penerangan Kodiklatal)

Sidoarjo, IDM - Komandan Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan TNI AL (Dankodiklatal) Laksamana Madya TNI Nurhidayat meminta prajurit TNI AL selaku pengawak Alutsista harus memiliki keunggulan dan profesionalisme sebagai prajurit karena keberhasilan tugas TNI Angkatan Laut tidak hanya ditentukan dari kehebatan teknologi alutsistanya.

Hal ini diungkapkan Nurhidayat saat upacara pelantikan dan penyumpahan siswa Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) TNI AL Angkatan XLI/1 di lapangan Kawah Candramuka Pusat Latihan Pendidikan Dasar Militer (Puslatdiksarmil) Kodiklatal Juanda Sidoarjo, Jumat, (7/1) kemarin.

(Dok Dinas Penerangan Kodiklatal)

Nurhidayat mengatakan, karena peningkatan kemampuan sumber daya manusia (SDM) menjadi bagian kebijakan utama pemimpin TNI AL, maka Kodiklatal memastikan setiap program pendidikan yang diselenggarakan akan memenuhi standar kompetensi.

"Kodiklatal akan terus berupaya menghasilkan output prajurit matra laut yang profesional, yang memenuhi standar kompetensi, memiliki karakter tangguh dengan mental kejuangan tinggi, serta mampu menjawab setiap tantangan tugas ke depan yang semakin kompleks dan dinamis serta siap ditempatkan baik di satuan operasi KRI dan batalyon maupun di staf," kata Nurhidayat.

(Dok Dinas Penerangan Kodiklatal)

Siswa Dikmata TNI AL yang disumpah dan dilantik ini sebanyak 823 orang terdiri 300 orang Korps Pelaut, 250 orang Korps Marinir dan 273 orang terdiri Korps Teknik, Elektronika, Suplai, Kesehatan, Jas, Musik dan Pomal.

Setelah upacara pelantikan dan penyumpahan, para siswa ini akan menempuh Pendidikan Dasar Golongan Lanjutan (Diksargolan) sesuai korps yang dimiliki di tiga Komando Pendidikan (Kodik) di bawah Kodiklatal.

(Dok Dinas Penerangan Kodiklatal)

Ketiga Kodik tersebut adalah Komando Pendidikan Operasi Laut (Kodikopsla) untuk Korps Pelaut, Komando Pendidikan Marinir (Kodikmar) untuk korps Marinir dan Komando Pendidikan Dukungan Umum (Kodikdukum) untuk korps Teknik, Elektronika, Suplai, Korps Kesehatan, Jas, Musik dan korps Pomal.

Hadir dalam penutupan tersebut Wadan Kodiklatal Laksda TNI Agus Hariadi, Danpusnerbal Laksda TNI Edwin, Inspektur Kodiklatal, Kapokgadik Kodiklatal, para Direktur dan para Komandan Kodik dijajaran Kodiklatal. Selain itu hadir pula Kadispsial dan Komandan Pasmar 2 Surabaya. (rr/nhn)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.