Culture Day Tutup Rangkaian Super Garuda Shield 2025
Baturaja, IDM – Sejumlah personel dari negara peserta Super Garuda Shield 2025 mengikuti acara "Culture Day" yang digelar pada penutupan latihan gabungan bersama di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur), Baturaja, Sumatera Selatan, (4/9).
Culture Day merupakan acara yang menampilkan keberagaman tradisi, seni, serta budaya Indonesia yang diperkenalkan kepada tiap negara peserta SGS 2025.
Dalam kegiatan tersebut, prajurit multinasional turut ambil bagian dalam berbagai perlombaan bernuansa kearifan lokal Indonesia, seperti balap bakiak, balap karung, hingga tarik tambang yang identik dengan perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Perlombaan ini menjadi simbol keakraban dan kebersamaan di tengah keberagaman budaya.
Baca Juga: Puncak Latihan Super Garuda Shield 2025
Super Garuda Shield 2025 resmi ditutup dengan meninggalkan pesan tentang kebersamaan dan persahabatan. Latihan ini tidak hanya meningkatkan interoperabilitas militer, tetapi juga mempererat persaudaraan dan diplomasi budaya antara Indonesia dengan negara-negara peserta. (IDM/Faisal Ramadhan)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































