IN FRAME

Bhakti Kesehatan TNI AL

Bhakti Kesehatan TNI AL01 / 01
(Dok IDM/Muhammad Hidayat)
GALERI · FOTO 01 / 01
Bhakti Kesehatan TNI AL

Bhakti Kesehatan TNI AL

(Dok IDM/Muhammad Hidayat)

Jakarta, IDM - Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono saat meninjau kegiatan Bhakti Kesehatan diatas KRI Semarang-594 yang melakukan lego jangkar di Kawasan Perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Selasa (6/9).

(Dok IDM/Muhammad Hidayat)

Kegiatan Bhakti Kesehatan tersebut diselenggarakan secara serentak di sejumlah KRI dan Pangkalan-pangkalan TNI AL di seluruh Indonesia, dalam rangka menyambut HUT TNI AL ke-77 pada 10 September 2022 mendatang.

IDM/Muhammad Hidayat
(Dok IDM/Muhammad Hidayat)

Kegiatan Bhakti Kesehatan serentak ini melibatkan lebih kurang 85 Dokter dan 110 tim khitan, 400 orang dokter gigi dan petugas Palang Merah Indonesia (PMI), serta 53 fasilitas kesehatan yang tergabung dalam 26 lokasi kegiatan. (idy)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.