IN FRAME

Benteng Langit Nusantara Semakin Kokoh, Indonesia Resmi Miliki Deretan Alutsista Udara Baru

Jet tempur Rafale01 / 08
(IDM/Septo Kun Wijaya)
GALERI · FOTO 01 / 08
Jet tempur Rafale

Benteng Langit Nusantara Semakin Kokoh, Indonesia Resmi Miliki Deretan Alutsista Udara Baru

(IDM/Septo Kun Wijaya)

Jakarta, IDM – Deretan alutsista modern untuk meningkatkan kesiapan tempur sekaligus menjaga wilayah kedaulatan udara Indonesia dipamerkan di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (18/5).

Acara penyerahan 11 alutsista yang dilakukan secara simbolik oleh Presiden Prabowo Subianto kepada TNI tersebut dalam rangka penguatan modernisasi pertahanan nasional, khususnya pada sektor udara.

Pada momen peresmian tersebut, Jet tempur Rafale menjadi salah satu alutsista yang paling mencuri perhatian. Pesawat tempur buatan Prancis itu disebut membawa peningkatan signifikan terhadap kemampuan tempur udara-ke-udara maupun udara-ke-darat. Kemampuan tersebut diperkuat dengan dukungan rudal jarak jauh Meteor serta amunisi Hammer yang dinilai mampu memperkuat daya tangkal nasional.

Di lokasi yang sama, empat pesawat Falcon 8X juga tampak dipamerkan. Pesawat ini memiliki fleksibilitas untuk mendukung mobilitas strategis, pelaksanaan misi komando, hingga pengawasan. Selain itu, pemerintah juga menerima satu pesawat A400M MRTT yang diproyeksikan menjadi elemen penting dalam memperkuat kemampuan angkut strategis TNI. Pesawat tersebut juga memiliki kemampuan pengisian bahan bakar di udara (air-to-air refuelling) yang memungkinkan operasi udara dengan jangkauan lebih jauh serta durasi lebih panjang.

Baca Juga: Tim Gabungan TNI-Polri Gagalkan Distribusi Ilegal 16 Ton Pasir Timah di PIK 2

Tak hanya pesawat tempur dan angkut, Indonesia juga menerima Radar GCI GM403. Radar ini berfungsi sebagai sistem deteksi dini terhadap ancaman dari udara sekaligus membantu mengarahkan pesawat tempur menuju sasaran yang melanggar kedaulatan wilayah udara Indonesia.

Memperkuat kemampuan Rafale didukung dengan sistem persenjataan seperti Missile Meteor dan Smart Weapon Hammer (AASM). Missile Meteor merupakan rudal udara jarak jauh yang menawarkan kemampuan multitembakan (beberapa peluncuran terhadap beberapa sasaran), dan memiliki kemampuan untuk menyerang sasaran yang sangat bermanuver seperti pesawat jet, dan sasaran kecil seperti UAV dan rudal jelajah dalam lingkungan mencegah atau membalas suatu ancaman elektronik berat dengan jangkauan yang luas.

Sedangkan Smart Weapon Hammer merupakan bom pintar berpemandu GPS dan laser yang dirancang untuk serangan presisi. Sistem ini memungkinkan pilot melepaskan amunisi dari jarak aman sebelum senjata meluncur menuju target secara mandiri dalam berbagai kondisi cuaca.

Pemerintah menilai penguatan armada udara strategis penting dilakukan untuk meningkatkan kesiapan pertahanan sekaligus menjaga wilayah kedaulatan udara nasional.(IDM/Septo Kun Wijaya)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.