Benteng Kedung Cowek, Sisa Peninggalan Hindia Belanda di Surabaya
Surabaya, IDM - Benteng Kedung Cowek merupakan sebuah bangunan bersejarah peninggalan Hindia Belanda yang berdiri tahun 1900. Terletak di Surabaya, Jawa Timur, bangunan ini juga menjadi saksi bisu Peristiwa 10 November 1945, yang kini dikenal sebagai Hari Pahlawan.
Awalnya, Benteng Cowek digunakan sebagai gudang persenjataan dan amunisi selama masa penjajahan Belanda. Bangunan ini merupakan bagian dari rangkaian benteng pertahanan yang membentang dari Surabaya hingga Gresik, dan menempati tanah seluas sekitar 71.876 m2.
Peran penting Benteng Kedung Cowek dalam sejarah bisa dilihat di masa bangunan tersebut menjadi tempat pertahanan Pasukan Sriwijaya ketika Peristiwa 10 November 1945 meletus. Pasukan Sriwijaya terdiri dari sekelompok pemuda yang berasal dari berbagai daerah di Sumatera, seperti Tapanuli, Aceh, dan Deli Serdang.
Baca Juga: KSAL Serahkan Kendaraan Dinas Baru untuk Satuan-satuan TNI AL
Mereka awalnya hanya singgah di Surabaya, tetapi akhirnya bergabung dengan pemimpin pasukan tempur Arek-arek Surabaya, Wiliater Hutagalung, untuk membentuk Pasukan Sriwijaya. Pasukan ini berperan penting dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang saat itu terancam oleh kedatangan sekutu.
(IDM/Faisal Ramadhan)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































