Apel Kesiapan Pengamanan Hari Buruh Internasional 2026
Jakarta, IDM – Personel gabungan TNI dan Polri mengikuti upacara apel pengamanan menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di kawasan Silang Monas, Jakarta, Kamis (30/4). Apel gelar pasukan tersebut dilakukan sebagai bentuk kesiapan aparat dalam mengamankan rangkaian kegiatan peringatan Hari Buruh yang dipusatkan di sejumlah titik di ibu kota.
Sebanyak 14.578 personel gabungan dikerahkan untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan May Day 2026. Ribuan personel tersebut terdiri dari unsur TNI, Polri, serta instansi pendukung lainnya yang akan disiagakan di lokasi kegiatan buruh, jalur utama, kawasan objek vital, hingga pusat pemerintahan.
Baca Juga: TNI Mulai Gembleng 1.773 ASN dalam Program Komponen Cadangan 2026
Pengamanan dilakukan guna memastikan penyampaian aspirasi para pekerja dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Selain penjagaan di lapangan, aparat juga menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di sekitar kawasan Monas, Istana Negara, dan sejumlah ruas jalan protokol Jakarta. (IDM/Faisal Ramadhan)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































