Alutsista Produksi Inhan Dalam Negeri Mejeng di “The 1st DEFEND ID’s Day”
Bandung, IDM - Sejumlah alutsista produksi industri pertahanan (inhan) dalam negeri dipamerkan di “The 1st DEFEND ID’s Day” di hanggar PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Jawa Barat, Kamis (15/6).
Acara tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT ke-1 Defence Industry Indonesia (Defend ID) yang merupakan induk holding BUMN inhan di tanah air. Peringatan ini mengangkat tema 'Defend ID Terus Maju Wujudkan Indonesia Maju'.
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dalam sambutannya mengatakan bahwa, industri pertahanan adalah hal yang vital bagi kemerdekaan dan kedaulatan bangsa, karena Indonesia merupakan negara yang besar dan kaya akan sumber daya. "Industri pertahanan adalah bagian vital, bagian yang menentukan dari kemerdekaan kita, kedaulatan kita," ujar Prabowo.
Baca Juga: Kegiatan Fase Laut MNEK 2023 di Selat Makassar
Dalam kesempatan itu Prabowo juga mengingatkan komitmennya untuk meningkatkan industri pertahanan dalam negeri, sejak awal dirinya dilantik menjadi Menteri Pertahanan oleh Presiden Joko Widodo.
(Foto: Tim Media Prabowo Subianto)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































