IN FRAME

Ada Pesantren Kilat di Kapal Perang TNI AL

TNI AL01 / 07
(IDM/Septo Kun Wijaya)
GALERI · FOTO 01 / 07
TNI AL

Ada Pesantren Kilat di Kapal Perang TNI AL

(IDM/Septo Kun Wijaya)


Jakarta, IDM - Sebanyak 300 pelajar se-Jabodetabek mengikuti pesantren kilat di KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992, yang bersandar di Dermaga Kolinlamil, Jakarta, Jumat (7/4). Kegiatan ini diselenggarakan oleh TNI Angkatan Laut yang bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas RI).

Selama mengikuti kegiatan ini, mereka dibimbing mengenai nilai kebangsaan, keislaman, zakat, dan kepemudaan oleh beberapa tokoh inspiratif, salah satunya adalah Najwa Sihab.

Selain pesantren kilat, para pelajar tersebut juga akan berlayar dan berlabuh di pulau Pramuka untuk mengikuti berbagai aktivitas lainnya. (Septo Kun Wijaya)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.