IN FRAME

33.785 Peserta SPPI Tuntaskan Diklat Bela Negara dan Manajerial Koperasi

SPPI01 / 07
(IDM/Faisal Ramadhan)
GALERI · FOTO 01 / 07
SPPI

33.785 Peserta SPPI Tuntaskan Diklat Bela Negara dan Manajerial Koperasi

(IDM/Faisal Ramadhan)

Jakarta, IDM – Sebanyak 33.785 peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Tahun 2026 resmi menuntaskan rangkaian Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Bela Negara dan Manajerial Koperasi. Penutupan kegiatan ditandai dengan upacara yang digelar di Taxiway Echo Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (31/7), sebagai penanda berakhirnya Diklat SPPI Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih yang berlangsung sejak 17 Juni hingga 31 Juli 2026.

Program diklat dilaksanakan dalam dua tahapan. Tahap pertama berupa Diklat Bela Negara yang berlangsung pada 17 Juni–16 Juli 2026, sementara tahap kedua merupakan Diklat Manajerial Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih pada 17–31 Juli 2026. Melalui pelatihan tersebut, para peserta dibekali wawasan kebangsaan, kedisiplinan, kepemimpinan, serta kemampuan manajerial sebagai bekal mengelola koperasi di tingkat desa, kelurahan, dan kampung nelayan.

Baca Juga: HUT ke-65 Kostrad: Antusiasme Warga Padati Pameran Alutsista di Monas

Dari total alokasi awal sebanyak 35.476 peserta, sebanyak 33.785 orang dinyatakan lulus. Rinciannya, 28.626 peserta berasal dari program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan 5.159 peserta dari program Kampung Nelayan Merah Putih. Sementara itu, sebanyak 1.691 peserta tercatat tidak menyelesaikan rangkaian pendidikan dan pelatihan hingga akhir program.

Pemerintah berharap para lulusan SPPI mampu menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi berbasis masyarakat melalui penguatan kelembagaan koperasi di daerah. Dengan bekal yang diperoleh selama diklat, para peserta diharapkan dapat mengimplementasikan nilai-nilai kepemimpinan, disiplin, dan profesionalisme dalam mendukung pengembangan koperasi desa, kelurahan, serta kampung nelayan sebagai pilar pemberdayaan ekonomi nasional.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.