Yonif 433 Kostrad Pulangkan 350 Warga Sigi Kembali ke Rumah dari Kejaran OPM

Jakarta, IDM – Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 3/Kostrad Mayjen TNI Bangun Nawoko mengaku bangga dan mengapresiasi atas keberhasilan Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 433/JS/3/3 Kostrad yang bertugas di wilayah Papua.
Baca Juga: Jabatan Komandan KRI Wahidin Sudirohusodo Resmi Berganti
"Selama kurang lebih 9 bulan melaksanakan tugas Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 433 Kostrad berhasil mengembalikan 350 lebih masyarakat Sigi ke rumah masing-masing, yang selama ini berada di pengungsian karena kekejian dan kekejaman Organisas Papua Merdeka (OPM)," kata Pangdivif 3 saat menjadi Irup Purna Tugas Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 433/JS/3/3 Kostrad di wilayah Papua, bertempat di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Kota Makassar, Sabtu (27/4/2024).
Menurut Pangdivif keberhasilan itu melebihi dari segalanya, bahkan melebihi daripada keberhasilan mendapatkan senjata, karena kalian prajuritnya telah berpihak kepada kemanusiaan dan telah mengembalikan saudara-saudara kita (rakyat papua) ke kampung halamannya dan menyatukan mereka kepada keluarganya untuk menata kembali kehidupannya.
Baca Juga: Serda Yusri Torehkan Medali di Ajang Modern Pentathlon Southeast Asian Championship 2024
Hal ini merupakan bentuk pengabdian dan kecintaan kalian terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Saya Hormat, saya bangga dan saya setia kepada kalian," kata Pangdivif 3. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































