HANKAM

Wakili Indonesia, Mayor Petrus Prabowo Bicara Isu Strategis Kawasan Asia Tenggara di Seskoad AS

Mayor Inf Paramayudo Prabowo
Mayor Inf Paramayudo Prabowo dalam Diskusi Panel yang diselenggarakan oleh US Army CGSC di Arnold Conference Room, Lewis and Clark Center, Forth Leavenworth, Kansas, Amerika Serikat, pada Jumat, (23/2/2024). (Foto: Dok. Dispenad)

Jakarta, IDM - Mewakili Indonesia, Mayor Inf Petrus Paramayudo Prabowo, salah satu dari tiga perwira muda terbaik TNI AD (Mayor Czi Yusfi Fitrawan dan Mayor Chk Sultan Syahrir) yang sedang menjalani pendidikan dan pelatihan di Seskoad Amerika Serikat (US Army Command General and Staff College atau disingkat US Army CGSC), menjadi narasumber dalam Diskusi Panel yang diselenggarakan oleh US Army CGSC di Arnold Conference Room, Lewis and Clark Center, Forth Leavenworth, Kansas, Amerika Serikat, pada Jumat, (23/2/2024).

Berdasarkan keterangan dari Dispenad, Senin, (26/2) diskusi panel ini diselenggarakan oleh Cultural & Area Studies Office (CASO) yang merupakan Lembaga thinktank dibawah US Army Combined Arms Center (setara dengan organisasi Kodiklatad). CASO secara rutin menyelenggarakan seminar, diskusi panel dan riset yang melibatkan akademisi atau praktisi profesional baik dari AS maupun negara lain.

Baca Juga: KSAL Sematkan Brevet Kopaska kepada 8 Pati TNI AL

Dalam diskusi panel bertajuk “Key Issues in Southeast Asia: Allies, Partners, and China” Mayor Inf Petrus memberikan paparan mengenai realitas posisi netral Indonesia bersama negara-negara ASEAN lainnya dalam persaingan hegemoni antara AS dan China di kawasan. Presentasi ketiga panelis tersebut, kemudian dilanjutkan dengan sesi QnA (tanya jawab) yang melibatkan peserta yang hadir secara offline dan online.

Pemaparan netral dan obyektif dari Mayor Inf Petrus Paramayudo Prabowo memberikan feedback yang berharga bagi proyeksi kerja sama militer AS dengan negara-negara kawasan Asia Tenggara di masa mendatang, yang kemudian mendapat pujian dan penghargaan istimewa dari segenap civitas akademika US Army CGSC (Seskoad Amerika Serikat).

Baca Juga: TNI AL Kunjungi Armada Barat Arab Saudi, Ini yang Dibahas

Hal ini tentunya membanggakan TNI Angkatan Darat dan Indonesia secara keseluruhan, menunjukkan bahwa Mayor Inf Petrus Paramayudo Prabowo merupakan salah satu perwira generasi muda yang cemerlang sebagai bagian dari generasi emas yang akan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Mayor Inf Paramayudo Prabowo, yang berasal dari satuan Pussenif Kodiklatad, menjadi satu-satunya panelis yang berstatus perwira siswa Seskoad AS dalam sejarah diskusi panel CASO. Sementara panelis lainnya, Lieutenant Colonel (LTC) David C. McCaughrin dan Lieutenant Colonel (LTC) Phill Kerber, keduanya dari Department of Joint Interagency and Multinational Operations, US Army CGSC. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.