HANKAM

Usai Bentrok Personel, TNI AL-Brimob Lakukan Proses Mediasi di Sorong

Lantamal X Jayapura
Lantamal X Jayapura menerima kunjungan Brim Polda Papua di Sorong, Senin (15/4). (Foto: Dok. Lantamal X)

Jakarta, IDM – Pihak TNI AL dan Brimob melakukan proses mediasi masing-masing pimpinan pascaterjadinya bentrok antar-personel di Kota Sorong, Papua Barat Daya, beberapa waktu lalu.

Asisten Potensi Maritim Pangkalan Utama TNI AL (Aspotmar Lantamal) X Jayapura Kolonel (Mar) Istepanus Ginting, menerima kunjungan Wakil Komandan Satuan Brimob Polda Papua AKPB Sandi Sultan, Sorong, Senin (15/4).

Dalam sambutannya, Istepanus mengatakan kejadian bentrokan antara personel TNI AL dan Brimob menjadi pembelajaran untuk tidak mengulangi perbuatan yang merusak soliditas TNI-Polri.

Baca Juga: Mayjen Choirul Anam Pimpin Exit Briefing Pangdivif 3 Kostrad

"Berkaitan dengan situasi dan kondisi yang sudah kita lihat, khususnya di wilayah Papua, saya menyampaikan kepada seluruh prajurit TNI-Polri kejadian di Sorong kita jadikan pembelajaran agar tidak terulang kembali," ucap Istepanus, dikutip dari Dispen Lantamal X, Selasa (16/4).

Sementara itu, Sandi menyampaikan sinergitas TNI-Polri sangat penting untuk keutuhan negara dalam menghalau ancaman dari dalam maupun luar. Oleh karena itu, ia menegaskan bakal melakukan pemberhentian tidak dengan hormat untuk anggota yang melanggar aturan.

"Apabila terjadi lagi, PTDH untuk anggota Brimob yang masih melanggar aturan, karena itu adalah suatu perbuatan kriminal," tegas Sandi.

Baca Juga: Aksi Heroik Lettu Darwis Bantu Korban Tabrakan Beruntun

"Saya sampaikan, TNI-Polri harga mati tidak akan bisa dipisahkan satu sama lain," imbuhnya.

Sebelumnya, Pangkoarmada III Laksamana Muda Hersan meminta agar semua jajaran menunggu hasil dari pendalaman secara internal terhadap personel TNI AL yang diduga melakukan perusakan terhadap pos-pos pengamanan Polresta Sorong Kota.

"Kita juga melaksanakan proses atau pendalaman terhadap anggota-anggota yang melakukan pengrusakan pos-pos yang diduga dilakukan TNI AL," kata Hersan dalam konferensi pers di RSAL dr. Oetojo, Sorong, Minggu (14/4).

Baca Juga: Danjen Kopassus Ingin Prajurit Kopassus Kuasai Teknologi Modern dengan Baik dan Cepat

Disinggung berapa banyak prajurit TNI AL yang akan ditindak, Hersan menjelaskan hal tersebut sementara masih diproses oleh pihak Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) dan masih didata, termasuk yang menjadi korban di pelabuhan maupun di luar.

"Karena provokasi tadi pagi ada oknum ikut memanaskan situasi, sehingga ke depan harus didalami semuanya," jelas Hersan.

"Jika terbukti kita akan lakukan proses, karena semuanya ini imbas dari masalah tadi pagi di pelabuhan," imbuhnya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.