Tuntaskan Misi Diplomasi di Papua Nugini, KRI Wahidin Berlayar ke Sorong

Jakarta, IDM – KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 yang tergabung dalam satuan tugas (Satgas) Port Visit 2024, kembali berlayar ke Sorong, Papua Barat Daya pascamenuntaskan misi diplomasi di Papua Nugini, Rabu (20/11).
Kapal bantu rumah sakit dari jajaran Koarmada III itu telah menyelesaikan seluruh etape pelayaran diplomasi ke empat negara di wilayah Pasifik Selatan, yaitu Kepulauan Solomon, Fiji, Vanuatu, dan tujuan terakhir di Papua Nugini.
Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmada III Letkol Laut (S) Ajik Sismianto mengatakan, KRI Wahidin akan menempuh pelayaran selama lima hari menuju Sorong, Papua Barat Daya.
Baca Juga: Bali Gelar Doa Lintas Agama untuk Pilkada Damai Dihadiri Panglima dan Kapolri
"Diperkiran pada Senin (25/11) KRI Wahidin akan tiba di Sorong," kata Ajik dalam keterangannya.
Kepulangan KRI Wahidin ke Sorong, Papua Barat Daya dilepas oleh Duta Besar (Dubes) RI untuk Papua Nugini Andriana Supandi bersama Atase Pertahanan (Athan) RI untuk Papua Nugini Kolonel Inf Piter Dwi Ardianto serta para staf KBRI dan masyarakat Papua Nugini.

Pada kesempatan tersebut, Andriana mengungkapkan rasa senangnya atas keberhasilan Satgas Port Visit 2024 dalam mengemban misi diplomasi perdamaian ke empat negara di wilayah Pasifik Selatan, khususnya Papua Nugini.
Baca Juga: Kodam Mulawarman Cetak 500 Personel Komcad Matra Darat
"Kegiatan ini diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto pada saat beliau menjadi Menteri Pertahanan (Menhan) untuk mempererat hubungan diplomatik dan persahabatan dengan negara-negara di Pasifik Selatan," ungkap Andriana.
Dia juga menyampaikan terima kasih kepada Komandan Satgas Port Visit 2024 Kolonel Laut (P) Arif Prasetyo dan Komandan KRI Wahidin Kolonel Laut (P) Edi Herdiana beserta seluruh personel satgas dan ptajurit kapal atas keberhasilan membawa misi diplomasi perdamaian.
"Semoga diberi kelancaran dalam pelayarannya menuju tanah air," pungkasnya.
Baca Juga: TNI AD Kerahkan 130 Ribu Personel Amankan Pilkada 2024
Selama di Papua Nugini, satgas melakukan sejumlah kegiatan, meliputi kunjungan kehormatan yang dilaksanakan oleh Komandan Pasmar 3 Brigjen (Mar) Sugianto kepada Kepala Deputi Pasukan Pertahanan (CDF) Papua Nugini Brigjen Opa Lari Opa, pada Senin (18/11).
Pada hari yang sama, KRI Wahidin menggelar bakti kesehatan berupa pengobatan gratis yang dilaksanakan di atas kapal yang sandar di Port Moresby.
Ratusan warga Papua Nugini datang ke atas kapal untuk mendapatkan pelayanan pemeriksaan kesehatan umum, pengobatan gigi, dan pemeriksaan CT (Computed Tomography) Scan, X-Ray serta beberapa tindakan medis lainnya sesuai kemampuan fasilitas yang dimiliki KRI Wahidin. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































