TNI: Warga yang Trauma Akibat Ledakan Gudmurah Dapat Bimbingan Konseling Psikologis

Jakarta, IDM - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Nugraha Gumilar mengatakan pihaknya akan membantu menangani warga yang trauma akibat ledakan gudang amunisi daerah (Gudmurah) nomor 6 milik Kodam Jaya di Bogor, Sabtu, (30/3).
Menurut Nugraha, penanganan ini dimulai dari permintaan kepala desa setempat untuk membina, mengadakan konseling untuk mentreatment supaya traumanya hilang.
Baca Juga: Prajurit Satgas Yonif 509 Condromowo Cukur Rapi Warga Papua
"Memang wajar lah ledakan tidak semua orang menerima karena kan kaget," kata Nugraha kepada wartawan di Mabes Cilangkap, Selasa, (2/4).
Lebih lanjut katanya bahwa pihaknya juga akan turun melakukan konseling psikologis.
Baca Juga: Menhan Prabowo dan Presiden Xi Jinping Bahas Penguatan Keamanan Maritim Asia Tenggara
"Sehingga mungkin ada getaran, kita adakan konseling psikologis, itu tahapan yang kami lakukan selain memperbaiki rumah sementara ini kemarin masih dialihkan di kepala desa untuk treatment dari segi yang trauma," kata Nugraha. (rr)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































