HANKAM

TNI-Polri Evakuasi Korban Aksi Kekerasan OPM, 7 Meninggal dan 5 Selamat

korban OPM
Tim gabungan mengevakuasi korban aksi kekerasan KKB atau OPM di Distrik Seradala, Yahukimo. (Foto: Divisi Humas Polri)

Jakarta, IDM - Tim gabungan TNI-Polri dari Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Brimob Polda Papua, Polres Yahukimo, dan Kodim 1715 Yahukimo mengevakuasi korban aksi kekerasan Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Seradala, Yahukimo.

Dilansir dari keterangan divisihumaspolri, Jumat (3/10), Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Ramadhani mengatakan saat evakuasi petugas menemukan korban Yohanes Bouk alias Nando (22) dalam kondisi selamat meski lemah akibat malaria setelah lima hari bertahan di hutan.

Pada kesempatan yang sama, tim juga mengevakuasi tiga jenazah pekerja tambang, yakni Marselino Lumare (32), Yunus Agama (29), dan Roberto Agama (37).

Baca Juga: Empat Satuan TNI AU Raih Penghargaan Samkaryanugraha dari Presiden Prabowo

Kemudian, keesokan harinya Kamis dini hari (2/10), tim gabungan kembali mengevakuasi dua jenazah lainnya, yaitu Andika Pratama dan Fikram Amiman di Camp Ekskavator Kali I, Distrik Seradala.

Hingga kini total korban yang berhasil dievakuasi berjumlah tujuh orang meninggal dunia dan lima orang selamat," kata Faizal.

Ia menegaskan pihaknya tidak akan memberi ruang bagi OPM atau KKB serta memastikan operasi evakuasi dan penegakan hukum terus dilaksanakan secara aman, terukur, dan berkesinambungan.

Baca Juga: Profil Letkol Inf Hari Sandra yang Terima Tanda Kehormatan Samkaryanugraha dari Prabowo

pemasok senjata OPM
Satgas Operasi Damai Cartenz-2025 berhasil menangkap dua orang pemasok senjata dan munisi ke KKB atau OPM. (Foto: Divisi Humas Polri)

Bongkar jaringan pemasok senjata dan munisi buat OPM atau KKB

Sebelumnya, Satgas Operasi Damai Cartenz-2025 berhasil membongkar jaringan pemasok senjata dan amunisi untuk Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Karubate, Distrik Muara, Kabupaten Puncak Jaya, Senin (29/9).

Dalam operasi tersebut, aparat mengamankan dua anggota KKB atau OPM, yakni Erek Enumbi alias Udara dan Hugon Gire alias Yemiter Murip.

Baca Juga: TNI AD Kirim Pasukan Ikuti Latma Australia-Indonesia

Hugon ditangkap tangan saat membawa amunisi yang rencananya akan diserahkan kepada KKB atau OPM pimpinan Ternus Enumbi alias Tesko, yang beroperasi di wilayah Puncak Jaya.

Faizal membenarkan penangkapan tersebut. Ia menjelaskan bahwa asal-usul amunisi masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan.

"Satgas Operasi Damai Cartenz berkomitmen terus menindak tegas jaringan pemasok senjata dan amunisi untuk KKB di Papua. Masyarakat diimbau apabila menemukan aktivitas mencurigakan untuk segera melapor ke aparat kepolisian," katanya. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.