TNI AD Kirim Pasukan Ikuti Latma Australia-Indonesia

Jakarta, IDM - TNI AD dari Kodam V/Brawijaya mengirimkan pasukan yaitu Yonif 516/CY untuk mengikuti latihan bersama (Latma) Australia-Indonesia yang akan berlangsung selama dua pekan.
Dilansir dari keterangan Pendam V Brawijaya, Jumat (3/10) sebelum pemberangkatan, beberapa hal disampaikan oleh Kepala Staf Kodam V/Brawijaya, Brigjen TNI Zainul Bahar dalam pengarahan yang berlangsung di Lapangan Ahmad Yani Makodam V/Brawijaya, Surabaya.
Baca Juga: Profil Letkol Inf Hari Sandra yang Terima Tanda Kehormatan Samkaryanugraha dari Prabowo
“Latihan ini merupakan bentuk penghormatan bagi kita untuk melaksanakan tugas. Perlu saya garis bawahi, tidak semua prajurit bisa mendapatkan kesejahteraan dan penghormatan dalam hal ini (Latma),” kata Zainul.
Ia juga menghimbau para prajurit untuk tetap menjaga soliditas selama mengikuti latihan tersebut.
Baca Juga: Empat Satuan TNI AU Raih Penghargaan Samkaryanugraha dari Presiden Prabowo
“Ingat, yang kalian bawa adalah nama Satuan TNI, khususnya Angkatan Darat. Maka dari itu, jaga kehormatan. Hindari sekecil apapun pelanggaran, dan kesalahan. Utamakan keselamatan,” kata Zainul. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































