TNI Perkuat Pengamanan di Kawasan Freeport, Jumlah Personel dan Alutsista Ditingkatkan

Jakarta, IDM - TNI melalui Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III memperkuat pengamanan di kawasan strategis nasional, khususnya di area PT Freeport Indonesia, Mimika, Papua Tengah, setelah rangkaian aksi teror kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Panglima Kogabwilhan (Pangkogabwilhan) III Letnan Jenderal Lucky Avianto turun langsung ke lapangan, pada Kamis (16/4). Ia mengenakan perlengkapan tempur lengkap untuk meninjau kondisi keamanan, termasuk mengecek Rest Area Mile 50 dan lokasi terjadinya serangan terhadap karyawan PT Freeport Indonesia beberapa waktu lalu.
Kunjungan dilakukan sebagai bentuk komitmen TNI dalam menjaga stabilitas keamanan, sekaligus memastikan kelangsungan pembangunan nasional di Papua tetap berjalan tanpa gangguan.
“TNI mengambil langkah antisipatif dan terukur dengan memperkuat seluruh titik pos keamanan di kawasan PT Freeport Indonesia. Ini merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas pada objek vital nasional,” kata Lucky dalam keterangannya, dikutip Jumat (17/4).
Baca Juga: Asops KSAL Tekankan 5 Poin ‘Combat Mindset’, Bekali Perwira TNI AL Surabaya
Penguatan pengamanan tersebut meliputi peningkatan jumlah dan kesiapan personel, penguatan struktur serta ketahanan pos keamanan, hingga modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) guna menghadapi berbagai potensi ancaman yang dapat mengganggu stabilitas wilayah.
Selain itu, Kogabwilhan III juga menempatkan kendaraan tempur taktis (rantis) produksi dalam negeri, seperti Panser Anoa buatan PT Pindad, di sejumlah titik strategis sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.
Langkah pengamanan juga diperkuat melalui patroli terpadu, pengawasan intensif, serta peningkatan sinergitas dengan aparat penegak hukum, tokoh adat, dan tokoh agama.
Pendekatan ini, kata Lucky, menjadi bagian penting dalam menciptakan stabilitas keamanan yang berkelanjutan di Papua.
Baca Juga: Eks KRI Teluk Hading-538 jadi Sasaran Tembak Rudal di Latopslagab 2026
“Langkah ini kami lakukan secara konsisten dan semakin intens setiap harinya, guna memastikan situasi tetap kondusif,” ujar Lucky.
Lucky menambahkan, TNI berkomitmen penuh untuk menjaga keamanan seluruh objek vital nasional, termasuk kawasan industri strategis seperti Freeport, demi menjamin keberlangsungan pembangunan nasional.
Dengan penguatan pengamanan ini, TNI berharap iklim investasi, pembangunan infrastruktur, serta kesejahteraan masyarakat Papua dapat terus meningkat dalam suasana yang aman, damai, dan kondusif
"Ini adalah kewajiban TNI sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan bangsa sekaligus mengawal pembangunan nasional, khususnya di ufuk timur Indonesia,” kata Lucky.
Baca Juga: TNI AU Kerahkan Super Puma untuk Evakuasi Korban Jatuhnya Helikopter PK-CFX
Rangkaian teror OPM di Freeport
Terbaru, teror OPM menewaskan pegawai karyawan PT Freeport, Simson Mulia (48), pada 11 Maret 2026. Insiden tersebut terjadi di area tambang terbuka Grasberg, Distrik Tembagapura.
Sebelumnya, Satgas dari TNI melaksanakan operasi selama dua hari untuk menyelamatkan 18 pekerja PT Freeport pada 10 Januari lalu.
Para pekerja terjebak selama tiga hari di tengah medan yang sulit karena ancaman kelompok bersenjata OPM di Pos Tower 270, kawasan Freeport, Distrik Tembagapura. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































