HANKAM

TNI: OPM Rusak Tiga Jembatan, Warga Distrik Oksop Terisolir Kekurangan Makanan

Satgas 751/VJS Koops Swasembada
TNI dari Satgas 751/VJS Koops Swasembada salurkan logistik makanan dengan Helikopter untuk masyarakat di Kampung Oksop, Distrik Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua. (Foto: Penyonif 751/VJS)

Jakarta, IDM - TNI dari Satgas 751/VJS Koops Swasembada turun tangan mengatasi permasalahan masyarakat di Kampung Oksop, Distrik Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua.

Dilansir dari keterangan Penyonif 751/VJS, Senin (30/6) disebutkan bahwa warga Kampung Oksop mengalami trauma dan harus mengungsi ke hutan, serta ke beberapa kampung di sekitarnya akibat adanya ancaman dari Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Letak Kampung Oksop yang jauh dari Ibukota Oksibil (sekitar 30 kilometer) semakin diperparah dengan adanya perusakan tiga jembatan oleh OPM, di jalur utama Distrik Serambakon menuju Distrik Oksop. Situasi tersebut menyebabkan masyarakat di Distrik Oksop semakin terisolir dan pengiriman bahan makanan dan logistik kebutuhan masyarakat sehari-hari tidak dapat dilaksanakan karena kondisi jembatan yang tidak memungkinkan dilewati kendaraan.

Baca Juga: Momen KSAD Kenang Prajurit yang Gugur Saat Bertugas di Papua

Disebutkan ke depan TNI akan bersinergi dengan Pemda Pegubin untuk membangun kembali jembatan tersebut guna mengatasi keterisoliran masyarakat Distrik Oksop, sehingga aktifitas masyarakat dan pengiriman bahan makan dan logistik dapat berjalan lancar.

Satgas 751/VJS Koops Swasembada
(Foto: Penyonif 751/VJS)

Helikopter TNI mendarat di Pos Satgas Yonif 751/VJS bawa logistik makanan

Masih berdasarkan keterangan Penyonif 751/VJS dikatakan keceriaan dan kegembiraan terlihat dari raut wajah masyarakat Distrik Oksop saat helikopter TNI mendarat di Pos Satgas Yonif 751/VJS Koops Swasembada Kampung Oksop.

Heli tersebut membawa bahan logistik makanan dan obat-obatan dari Koops Swasembada, masyarakat antusias, bergotong royong bersama TNI menurunkan dukungan makanan dari Heli tersebut.

Forban Kalakmabin salah satu tokoh masyarakat Distrik Oksop mewakili seluruh masyarakat Distrik Oksop menyampaikan syukur dan banyak terima kasih karena baru pertama kali TNI yang datang ke Distrik Oksop sangat memperhatikan masyarakat dan membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di Distrik Oksop.

Baca Juga: Kapal Perang TNI AL dan Amerika Latihan Gabungan Antikapal Selam hingga Serangan Udara

Satgas 751/VJS Koops Swasembada
(Foto: Penyonif 751/VJS)

"Terima kasih banyak Satgas Yonif 751/VJS Koops Swasembada telah membantu memberikan bahan makanan kepada kami di Distrik Oksop. Kami mengucap syukur dan berterima kasih banyak dengan bantuan bahan makanan dengan ada bapak-bapak TNI di sini kami sudah tidak susah lagi mendapat bahan makanan," ungkap Forban.

Kini berangsur-angsur masyarakat mulai kembali ke kampung asalnya. Masyarakat kini banyak yang mulai datang ke Pos TNI di Kampung Oksop untuk berobat. Layanan kesehatan yang mereka harapkan selama ini bisa terwujud dengan hadirnya TNI. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.