HANKAM

TNI AL dan Singapura Bakal Berburu Ranjau Bawah Laut di Batam-Bintan

RSS Bedok
RSS Bedok, kapal pemburu ranjau milik Angkatan Laut Singapura saat bermanuver di perairan Batam, Kepulauan Riau, dalam gelaran Joint Minex Pandu 2024 lalu. (Foto: Dok. TNI AL)

Jakarta, IDM – TNI AL dan Angkatan Laut Singapura kini tengah bersiap menyisir "peledak" di bawah permukaan air. Kedua negara tetangga ini bakal menggelar latihan tempur khusus pemburuan ranjau di perairan strategis Batam hingga Bintan.

Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) II Laksda I Gung Putu Alit Jaya, memimpin langsung rapat persiapan akhir latihan Joint Minex Pandu 2026 di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (3/3). Dalam pertemuan tersebut, Komandan Satuan Kapal Ranjau (Dansatran) Koarmada II Kolonel Laut (P) M. Sati Lubis, memaparkan rencana operasi besar yang melibatkan kapal-kapal pemburu ranjau kedua negara.

TNI AL dan Singapura memilih lokasi yang sangat vital bagi pelayaran dunia, yakni Singapura serta perairan bagian timur Pulau Bintan dan Batam. Fokus utama mereka adalah meningkatkan hubungan kerja sama serta mengasah ketajaman prajurit dalam menghadapi dinamika ancaman maritim di kawasan.

Baca Juga: TNI Kuasai Markas OPM Kodap III Ndugama di Papua Tengah

Para prajurit TNI AL dan Angkatan Laut Singapura akan melakoni dua tahapan utama. Pertama, mereka menjalankan fase pangkalan (harbour phase) untuk mematangkan taktik di darat. Kedua, mereka melaksanakan fase laut (sea phase) untuk mempraktikkan pemburuan ranjau secara nyata di kedalaman air.

"Prajurit akan menguasai operasi peperangan ranjau serta meningkatkan kemampuan dalam operasi penyelaman ranjau dan penjinakan bahan peledak," ujar Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmada II Kolonel Laut (P) Antonius Februar dalam keterangannya, dikutip Rabu (4/3).

Tak hanya itu, latihan ini juga memperkuat kemampuan komunikasi dan koordinasi antarkapal atau interoperabilitas. Tujuannya agar kedua angkatan laut bisa bekerja secara kompak dan saling pengertian saat menjalankan misi keamanan bersama.

Baca Juga: TNI Tangkap 7 Anggota OPM yang Menembak Warga di Mimika

Sejarah Panjang Joint Minex Pandu

Berdasarkan catatan sejarah, kerja sama militer Joint Minex antara Indonesia dan Singapura merupakan salah satu tradisi latihan tertua yang sudah terjalin sejak era 1990-an. Kerja sama ini lahir dari kesadaran kedua negara akan pentingnya menjaga Selat Malaka dan perairan sekitarnya tetap bersih dari ancaman ranjau.

Kawasan perairan Batam-Bintan hingga Singapura merupakan salah satu jalur perdagangan tersibuk di dunia. Ancaman ranjau, baik sisa-sisa perang maupun ancaman sabotase modern, bisa melumpuhkan ekonomi global jika tidak ditangani oleh pasukan ahli yang memiliki kemampuan pemburuan ranjau standar internasional.

Pangkoarmada II berharap seluruh personel mempersiapkan diri secara optimal. Latihan ini menjadi ajang penting bagi prajurit TNI AL untuk menunjukkan profesionalisme mereka dalam menjaga kedaulatan dan keamanan laut Indonesia. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.