Kolaborasi pertahanan maritim antara Indonesia dan Singapura terus diperkokoh. Dua angkatan laut negara bertetangga ini berkomitmen meningkatkan komunikasi serta kerja sama taktis melalui rencana pelaksanaan operasi dan latihan bersama di laut.
Hubungan bilateral antara TNI AL dan Angkatan Laut Singapura ternyata bukan sekadar relasi diplomatik biasa. Kedekatan geografis serta tanggung jawab bersama dalam menjaga jalur pelayaran tersibuk di dunia menjadi fondasi kuat yang menyatukan kedua institusi militer ini.
TNI AL dan Angkatan Laut Singapura kini tengah bersiap menyisir "peledak" di bawah permukaan air. Kedua negara tetangga ini bakal menggelar latihan tempur khusus pemburuan ranjau di perairan strategis Batam hingga Bintan.
TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Angkatan Udara Amerika Serikat (United States Air Forces/USAF) mengerahkan pesawat tempur F-16 Fighting Falcon dan F-15 Strike Eagle dalam latihan bersama (Latma) Cope West 2025 di Lanud Roesmin Nurjadin (RSN), Pekanbaru.
KRI Alamang-644 melakukan pengawasan dan pengamanan terhadap kapal perang milik Angkatan Laut Singapura (RSN), RSS Valour 89 yang memasuki perairan Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (5/7).
TNI AL bersama angkatan laut dari empat negara akan mengikuti serial pelayaran dan latihan bersama atau Multinational Group Sail (MNGS) sebelum bersandar di Hawaii, Amerika Serikat (AS).
TNI AL dan Angkatan Laut Republik Singapura (RSN) akan berlatih kemampuan deteksi ranjau laut selama sepekan, yakni 13-19 Mei dalam latihan bersama Joint Minex Pandu 2024.
Empat kapal perang dari TNI AL dan Angkatan Laut Republik Singapura (RSN) melaksanakan tahap darat (harbour phase) dalam latihan bersama Joint Minex Pandu 2024 di Batam, Kepulauan Riau, Senin (13/5).