Joint Minex Pandu, TNI AL dan Singapura Latih Kemampuan Deteksi Ranjau Laut

Jakarta, IDM – TNI AL dan Angkatan Laut Republik Singapura (RSN) akan berlatih kemampuan deteksi ranjau laut selama sepekan, yakni 13-19 Mei dalam latihan bersama Joint Minex Pandu 2024.
Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) IV Laksamana Pertama Tjatur Soniarto dan Wakil Komandan Pasukan Keamanan Maritim Angkatan Laut Singapura membuka latihan bersama tersebut di Batam, Kepulauan Riau, Selasa (14/5).
Sebanyak 315 prajurit yang terdiri dari 210 personel TNI AL dan 105 personel Angkatan Laut Singapura mengikuti Joint Minex Pandu tahun ini. Dari ratusan personel tersebut, TNI AL juga mengirimkan Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) serta Singapura dengan pasukan khusus penyelam (Naval Diving Unit).
Baca Juga: Kapal Perang Fregat Belanda HNLMS Tromp F-803 Berlabuh di Jakarta, Ada Apa?
Selain ratusan personel dan pasukan khusus, angkatan laut kedua negara juga melibatkan masing-masing dua unit kapal perang pemburu ranjau.
TNI AL mengerahkan dua KRI jenis Mine Counter Meassure Vessel (MCMV), antara lain KRI Pulau Fani-731 dan KRI Pulau Fanildo-732, sedangkan Singapura mengirimkan RSS Punggol M108 dan RSS Bedok M105.

Dalam sambutannya, Tjatur menyampaikan bahwa Joint Minex Pandu 2024 ini merupakan implementasi kerja sama bilateral bidang pertahanan yang dilaksanakan secara reguler dua tahun sekali dengan tuan rumah secara bergantian.
Baca Juga: TNI AD Rehabilitasi 1.600 Unit Rumah Dinas Prajurit
"Latihan bersama ini bertujuan selain dalam rangka meningkatkan kerja sama militer dan interoperabilitas antar-kedua angkatan laut," kata Tjatur, dikutip dari keterangan Dispenal, Rabu (15/5).
"Selain itu, latihan ini juga bertujuan meningkatkan kemampuan deteksi dan pembersihan ranjau laut guna menjaga keamanan dan keselamatan di masing-masing negara," sambungnya.
Baca Juga: Satgas Yonif 122/TS Kawal Sidang 4 WNA asal Papua Nugini Pelanggar Batas Negara Indonesia
Ia melanjutkan latihan bersama ini salah satu upaya .empererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Singapura pada bidang pertahanan.
"Kegiatan ini merupakan hal yang penting untuk memastikan perairan antara kedua negara bebas dari ancaman ranjau," pungkasnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































