Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops KSAL) Laksda TNI Yayan Sofiyan membekali prajurit TNI AL dengan kemampuan diplomasi maritim. Pembekalan ini berlangsung di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (3/9).
TNI AL memberangkatkan kapal bantu rumah sakit KRI Soeharso-990 menuju Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mempercepat penanganan darurat korban gempa bumi, Selasa (18/8). Kapal ini mengangkut ribuan paket sembako, alat berat, serta ratusan personel Korps Marinir.
Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) II Laksda TNI I G. P. Alit Jaya memimpin serah terima jabatan (sertijab) empat jabatan strategis dan pengukuhan jabatan komandan satuan jajaran Koarmada II di Indoor Sport Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (12/8).
Kapal perang TNI AL KRI I Gusti Ngurah Rai-332 merampungkan fase laut (sea phase) bersama armada tempur Rusia di perairan Vladivostok, Rabu (29/7). Kapal perang jenis fregat ini menguji kemampuan tempur dan pertahanan udara dalam latihan bersama Orruda 2026.
Personel KRI Hiu-634 menggelar latihan penyergapan kapal mencurigakan di perairan Selat Makassar, Senin (13/7). Simulasi ini bertujuan meningkatkan kemampuan prajurit dalam melumpuhkan muatan ilegal dan mengatasi ancaman laut.
Komando Armada (Koarmada) II mulai merombak pola pembinaan di dalam kapal perang. Komandan kapal perang RI (KRI) kini menghadapi tantangan baru untuk mengawak pasukan generasi masa kini.
TNI AL bersama Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM) resmi memulai latihan bersama Malindo Jaya 28AB/26. Dua angkatan laut negara serumpun ini bakal mengombinasikan taktik serta kekuatan armada mereka lewat dua tahapan latihan yang sangat krusial.
Kapal perang pendarat tank, KRI Teluk Sangkulirang-542 selesai menjalani pembaruan total pada sistem penggerak utamanya. Unsur dari Satuan Kapal Amfibi (Satfib) Komando Armada (Koarmada) II ini kini siap diterjunkan kembali untuk mendukung berbagai operasi maritim.
Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) II Laksda TNI I Gung Putu Alit Jaya mendatangi salah satu kapal perang milik Angkatan Laut Cina di Shanghai. Kapal yang dikunjungi tersebut merupakan jenis Escort class atau kapal pengawal cepat.
Panglima Angkatan Laut Kerajaan Belanda, Laksamana Madya Harold Liebregts, membedah akar ketegangan maritim yang kerap melanda perairan dunia saat ini. Harold menilai sengkarut tersebut bersumber dari benturan kepentingan klasik antara negara yang menginginkan laut bebas sebagai jalan tol logistik dunia dan negara maritim yang ingin melindungi wilayahnya.