HANKAM

Sikat Kapal Ilegal, Personel KRI Hiu-634 Latihan Penyergapan di Selat Makassar

Personel KRI Hiu-634
Personel KRI Hiu-634 mengawal ketat dua orang terduga pelaku penyelundupan di atas geladak kapal saat simulasi penyergapan di perairan Selat Makassar, Senin (13/7). (Foto: Dok. Dispen Koarmada II)

Jakarta, IDM – Personel KRI Hiu-634 menggelar latihan penyergapan kapal mencurigakan di perairan Selat Makassar, Senin (13/7). Simulasi ini bertujuan meningkatkan kemampuan prajurit dalam melumpuhkan muatan ilegal dan mengatasi ancaman laut.

Para prajurit mengasah kemampuan taktis Visit, Board, Search, and Seizure (VBSS) atau prosedur operasi pemeriksaan dan penggeledahan kapal. Operasi ini berada di bawah kendali komando Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Koarmada II.

Baca Juga: TNI AL dan AS Matangkan Skenario 3 Latihan Tempur di Surabaya

Panglima Koarmada II Laksda TNI I Gung Putu Alit Jaya menjelaskan, latihan ini melatih kesigapan personel saat membangun komunikasi taktis antarkapal hingga teknik melumpuhkan musuh. Setiap tahapan penggeledahan wajib berjalan cepat dan presisi.

"Prajurit kami membekali diri dengan materi Close Quarter Battle (CQB) atau pertempuran jarak dekat, pengamanan barang bukti, hingga teknik pembebasan sandera di atas kapal," kata Alit, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Jumat (17/7).

Tim VBSS KRI Hiu-634
Tim VBSS KRI Hiu-634 menyisir lorong sempit kapal dalam skenario pertempuran jarak dekat untuk melumpuhkan ancaman dan membebaskan sandera. (Foto: Dok. Dispen Koarmada II)

Dalam simulasi tersebut, tim VBSS KRI Hiu-634 mendekati kapal sasaran menggunakan sekoci cepat. Mereka memanjat lambung kapal, melumpuhkan kru yang melawan, dan menguasai anjungan dalam hitungan menit.

Baca Juga: TNI AU Kerahkan Pesawat Intai Strategis Bantu Operasi SAR KLM Nurul Salsa

Petugas di lapangan juga langsung merinci dokumen dan manifes muatan kapal untuk mengantisipasi penyelundupan. Alit menegaskan jajarannya menindak tegas setiap tindakan pelanggaran hukum di perairan yurisdiksi Indonesia.

Latihan intensif ini sekaligus menguji ketangkasan personel KRI Hiu-634 dalam melaksanakan teknik pengamanan barang bukti di tengah laut.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.