TNI AL Kirim KRI Soeharso dan Ratusan Marinir Bantu Korban Gempa NTT

Jakarta, IDM – TNI AL memberangkatkan kapal bantu rumah sakit KRI Soeharso-990 menuju Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mempercepat penanganan darurat korban gempa bumi, Selasa (18/8). Kapal ini mengangkut ribuan paket sembako, alat berat, serta ratusan personel Korps Marinir.
Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) II Laksda TNI I Gung Putu Alit Jaya meninjau langsung pemuatan seluruh bantuan dan perlengkapan medis sebelum kapal bertolak menuju lokasi bencana.
"Seluruh proses embarkasi bantuan kemanusiaan, personel, hingga material pendukung berjalan aman dan sesuai rencana," ujar Alit, dikutip dari keterangan Dispenal, Rabu (19/8).
Baca Juga: Saat Marinir AS Berguru ‘Jungle Survival’ ke Marinir TNI AL
Ia menegaskan, kehadiran fasilitas medis terapung ini bakal mempercepat distribusi bantuan ke titik-titik pengungsian di NTT.
"Kesiapan KRI Soeharso sebagai kapal bantu rumah sakit diharapkan mampu memberikan dukungan secara optimal selama pelaksanaan misi kemanusiaan serta mempercepat penanganan masyarakat yang membutuhkan," lanjut Alit.

Geladak kapal mengangkut 200 prajurit Pasmar 2 Marinir, satu unit rumah sakit lapangan, satu set dapur lapangan, sepuluh truk angkut, satu truk tangki, serta ekskavator dan buldozer guna membuka akses jalan yang tertimbun longsor.

TNI AL juga membawa berton-ton pasokan bahan pangan hasil himpunan prajurit dan masyarakat. Bantuan tersebut mencakup hampir dua ton beras, 1.278 dus mi instan, ratusan dus air mineral, susu kemasan, biskuit, sarden, serta puluhan dus perlengkapan sanitasi dan pakaian layak pakai.
Baca Juga: TNI AD dan US Army Turunkan Helikopter Canggih di Latma Kesatria Warrior 2026
Untuk memperluas daya jangkau evakuasi, TNI AL menyiagakan tiga pangkalan di bawah komando Kodaeral VII, yaitu Lanal Maumere, Lanal Labuan Bajo, dan Lanal Ende.
Sebelum KRI Soeharso bertolak, TNI AL telah menyiagakan KRI Bung Hatta-370, KRI Hiu-634, helikopter Bell 412, serta ratusan personel di titik-titik pengungsian untuk mendistribusikan kebutuhan pokok warga.
Pengerahan bantuan armada laut ini merespons dampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Flores pada Sabtu (15/8) dini hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bencana yang memicu tsunami dangkal tersebut menewaskan 53 orang, melukai 137 warga, serta merusak ribuan bangunan dari Manggarai Barat hingga Sikka, Maumere. Hingga Selasa pagi, BMKG mendata sedikitnya 2.119 kali gempa susulan masih terus mengguncang wilayah NTT.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































