TNI AD Ubah Wajah Situ Bagendit, Dulu Penuh Eceng Gondok Kini Jadi Sarana Olahraga dan Wisata

Jakarta, IDM - Wajah penuh kegembiraan menyelimuti Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Usahanya untuk memprakarsai pembersihan Situ Bagendit di Garut kini berbuah hasil.
Di hadapan para tamu undangan, perwakilan pemerintah daerah, komunitas lingkungan, dan warga sekitar, Maruli menegaskan bahwa Situ Bagendit bukan hanya menjadi aset wisata atau sumber mata pencaharian masyarakat, tetapi juga bagian penting dari ekosistem yang harus dijaga kelestariannya secara berkelanjutan.
"Hari ini setelah belum satu bulan, saya lihat perubahan pembersihan di danau ini peningkatannya sangat luar biasa dan respon masyarakat sangat baik. Ada juga cabang olahraga yang menggunakan danau ini, mudah-mudahan bisa kita yakinkan bisa lanjut selesai dalam dua, tiga bulan dan kita akan tinggal satu paket, dua perahu ponton dan satu conveyor, nanti kita lanjutkan ke danau-danau lain yang membutuhkan pembersihan eceng gondok,” ujar Maruli.
Baca Juga: KRI Semarang Angkat Jangkar, Susul Misi Laut KRI Bima Suci
Ia memastikan kegiatan ini sebagai wujud nyata komitmen TNI AD dalam menjaga kelestarian alam, mengelola sumber daya air secara berkelanjutan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ke depan program yang dijalankan tidak hanya menyentuh permukaan, tetapi juga menyasar perawatan jangka panjang. Pembersihan gulma air, pengangkatan sampah, pengerukan sedimentasi, hingga pemasangan sistem pemeliharaan berkelanjutan dilakukan dengan target empat bulan pengerjaan.
*Prajurit TNI AD bersinergi dengan pemerintah daerah, komunitas pecinta lingkungan, dan masyarakat setempat, menciptakan semangat gotong royong yang terasa di tepian danau," tegas Maruli.
Tak hanya soal pembersihan Situ Bagendit, pada kesempatan tersebut Maruli juga meresmikan lima sumur bor yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga. Kehadiran sumur ini diharapkan menjadi solusi permanen bagi masyarakat sekitar yang selama ini mengandalkan pasokan air dari sumber terbatas.
“Kita telah membuat lima sumur bor air, nanti ke depan kita juga bersama-sama dengan pemerintah daerah melanjutkan ini. Untuk diketahui juga, ponton ini kita bekerja sama dengan Bank Mandiri dan dibantu (Balai Besar Wilayah Sungai) BBWS untuk membersihkan danau. Saya kira kalau kita kompak untuk masalah air bersih dan juga masalah pengairan, danau, sungai bisa kita perbaiki, khususnya di Jawa Barat,” kata Maruli.
Ia mengapresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung, mulai dari Pemkab Garut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, BBWS Jawa Barat, Bank Mandiri, hingga masyarakat yang turut berpartisipasi. Sinergi inilah yang menurutnya menjadi kunci keberhasilan menjaga kelestarian Situ Bagendit secara berkelanjutan. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































