
Berbaret Jingga Korpasgat, 424 Prajurit Remaja Resmi jadi Bagian Pasukan Elite TNI AU
Sebanyak 424 prajurit remaja resmi berbaret jingga dan menjadi bagian dari pasukan elite TNI Angkatan Udara (TNI AU), yakni Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat).
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Sebanyak 424 prajurit remaja resmi berbaret jingga dan menjadi bagian dari pasukan elite TNI Angkatan Udara (TNI AU), yakni Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat).

Wajah penuh kegembiraan menyelimuti Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Usahanya untuk memprakarsai pembersihan Situ Bagendit di Garut kini berbuah hasil.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Wahyu Yudhayana membeberkan fakta baru temuan tim investigasi terkait peristiwa ledakan munisi di Garut. Menurutnya, selain ditemukan adanya unsur urea, tim juga menemukan adanya serpihan-serpihan telepon genggam (handphone) di lokasi kejadian.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana mengungkapkan beberapa poin evaluasi yang bakal dilakukan TNI AD pascakejadian ledakan amunisi di Garut.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana menanggapi temuan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terkait peristiwa ledakan munisi yang menyebabkan 13 orang meninggal di Garut, Jawa Barat.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana membeberkan kabar terbaru investigasi ledakan munisi di Garut yang menyebabkan 13 orang meninggal dunia, Senin (12/5) lalu.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana mengatakan TNI AD membuka peluang istimewa bagi para putra-putri dari korban ledakan munisi di Garut untuk jadi prajurit.

Tim investigasi memeriksa 46 orang saksi terkait peristiwa ledakan munisi di Garut yang mengakibatkan 13 orang meninggal dunia.

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengatakan kejadian ledakan munisi yang menewaskan 13 orang di Garut akan jadi bahan evaluasi TNI.

Kepala Pusat Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana mengatakan proses investigasi ledakan amunisi di Garut sempat tertunda cuaca dan lokasi yang harus disterilkan.