TNI AD Target Bangun 750 Batalion hingga Tahun 2029

Jakarta, IDM – TNI AD menargetkan membangun 750 batalion hingga tahun 2029. Hal ini terungkap saat Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) melaksanakan rapat koordinasi berkaitan dengan pembangunan kekuatan TNI pada 2025-2029.
Dilansir dari keterangan, Humas Kemenko Polkam, Jumat (31/10), Asdep Koordinasi Kekuatan, Kemampuan, dan Kerja Sama Pertahanan Kemenko Polkam, Brigjen TNI (Mar) Kresno Pratowo menyebut khusus TNI AD akan fokus pada penguatan pertahanan darat di wilayah perbatasan seperti Papua, Kalimantan, dan Nusa Tenggara Timur.
Baca Juga: MOT 2025, Penerbang Tempur TNI AU Tingkatkan Kesiapsiagaan Operasional Terbang Malam
"Dan menargetkan pembentukan 750 Batalyon Teritorial Pembangunan (BTP) hingga 2029," kata Kresno.
Lebih lanjut Kresno mengatakan dalam rapat tersebut disampaikan bahwa pemerintah mendukung penuh implementasi konsep Optimum Essential Force (OEF) yang menjadi amanat RPJMN 2025–2029. Konsep OEF diharapkan mampu mewujudkan kekuatan ideal TNI. Mencakup kesiapan alat peralatan pertahanan dan keamanan (Alpalhankam), pangkalan, dan personel.
Baca Juga: 10 Komandan Kapal Perang TNI AL Jalani Uji Kompetensi Tempur
”Kemenko Polkam memastikan arah pembangunan kekuatan TNI tahun 2025–2029 berjalan terpadu dan sejalan dengan kebijakan pertahanan nasional yang diamanatkan dalam RPJMN,” kata Kresno. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































