Pembangunan kekuatan pertahanan maritim Indonesia memasuki fase krusial seiring pelaksanaan Optimum Essential Force (OEF) 2025–2029. Salah satu agenda utama adalah penguatan kemampuan bawah laut TNI Angkatan Laut melalui modernisasi armada kapal selam dan pembangunan sistem deteksi bawah air yang terintegrasi.
Penguatan industri pertahanan nasional dinilai tidak hanya bergantung pada besarnya anggaran, tetapi terutama pada konsistensi kebijakan jangka panjang serta dukungan pembiayaan yang berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (14/2).
TNI AD menargetkan membangun 750 batalion hingga tahun 2029. Hal ini terungkap saat Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) melaksanakan rapat koordinasi berkaitan dengan pembangunan kekuatan TNI pada 2025-2029.