TNI AD menargetkan membangun 750 batalion hingga tahun 2029. Hal ini terungkap saat Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) melaksanakan rapat koordinasi berkaitan dengan pembangunan kekuatan TNI pada 2025-2029.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, menjelaskan Korps Marinir akan menambah lima batalyon baru sebagai bentuk validasi organisasi di tubuh TNI AL.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana memastikan perekrutan 24.000 ribu Tamtama yang direncanakan TNI AD diprioritaskan penempatannya untuk kota/kabupaten yang tidak memiliki batalyon.
Panglima TNI meresmikan 5 batalyon infanteri (Yonif) penyangga daerah rawan. Batalyon ini semuanya berada di Papua di bawah Komando Daerah Militer (Kodam) XVII/Cenderawasih dan Komando Daerah Militer (Kodam) XVIII/Kasuari.