Panglima Resmikan 5 Batalyon Penyangga Daerah Rawan, Ini Daftarnya

Jakarta, IDM – Panglima TNI meresmikan 5 batalyon infanteri (Yonif) penyangga daerah rawan. Batalyon ini semuanya berada di Papua di bawah Komando Daerah Militer (Kodam) XVII/Cenderawasih dan Komando Daerah Militer (Kodam) XVIII/Kasuari.
"Pada kesempatan ini juga saya sudah meresmikan 5 batalyon baru penyangga daerah rawan yang nanti akan di deploy (disebarkan) di wilayah Papua," kata Panglima di Silang Monas, Rabu, (2/10).
Baca Juga: TNI AL Kerahkan Ratusan Alutsista, Ada Rudal hingga Roket di HUT Ke-79 TNI
Lanjutnya bahwa tujuan dibentuk batalyon ini untuk membantu program-program pemerintah di wilayah, terutama pembangunan wilayah percepatan pembangunan dan membantu mensejahterakan masyarakat yang ada di wilayah Papua.

"Batalyon ini punya spesifikasi terutama untuk ada batalyon kontruksi, ada batalyon produksi. Kita akan melaksanakan program pertanian di wilayah Papua dan batalyon-batalyon ini akan membantu bersama Kementerian Pertanian dan masyarakat setempat untuk bertanam khususnya padi," kata Agus.
Baca Juga: Antusias Warga Bilogai Saat Datangi Pelayanan Kesehatan Gratis yang Digelar Satgas Yonif 509
Berikut daftar 5 batalyon baru penyangga daerah rawan yang dibangun di Papua
- Yonif 801/Ksatria Yuddha Kentsuwri (Kabupaten Kerom)
- Yonif 802/Wimane Mambe Jaya (Kabupaten Sarmi)
- Yonif 803/Nduka Adyatma Yuddha (Kabupaten Boven Digoel)
- Yonif 804/Dharma Bhakti Asasta Yudha (Kabupaten Merauke)
- Yonif 805/Ksatria Satya Waninggap (Kabupaten Sorong). (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































